Ilustrasi pencarian korban gempa (Antara)
Antara

PADANG, iNews.id - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) akan dibekali alat pencari korban gempa bumi. Alat itu disebut-sebut bisa mendeteksi detak jantung manusia.

"Sistem kerja dari alat berbasis elektronik itu mampu mendeteksi detak jantung manusia yang ada di dalam reruntuhan," kata Kepala Basarnas pusat Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, Kamis (11/8/2022).

Hendri mengatakan, alat pendeteksi korban yang akan disalurkan itu merupakan alat canggih yang dimiliki oleh Basarnas. Bahkan, alat itu bisa dipakai oleh pasukan khusus anti teroris.

"Alat itu paling canggih, biasa dipakai oleh pasukan khusus anti teroris di dalam gedung untuk mengidentifikasi keberadaan orang di dalam gedung," katanya.

Dengan adanya alat ini, kata dia, korban bencana gempa bumi yang tertimpa reruntuhan dan masih hidup bisa langsung dideteksi.

"Sehingga bisa langsung diselamatkan oleh petugas," katanya.

Tak hanya itu, alat itu diharapkan bisa menekan angka korban bencana gempa bumi atau longsor. Pasalnya, alat ini dapat mendeteksi pergerakan manusia dalam reruntuhan

"Semoga alat tersebut akan menekan angka korban yang meninggal saat peristiwa bencana alam terjadi," katanya.

Hendri menambahkan, penambahan alat tersebut karena mengingat kondisi daerah setempat yang rawan akan bencana gempa bumi.

Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menargetkan alat pendeteksi korban itu akan dimiliki oleh Basarnas Padang pada tahun ini.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto