PADANG PARIAMAN, iNews.id – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan dua mobil dan satu sepeda motor terjadi di Jalan Raya Padang–Bukittinggi, tepatnya di daerah Sicincin, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (6/7/2026).
Akibat insiden maut tersebut, seorang pengemudi mobil tewas dan10 orang lainnya menderita luka-luka. Identitas korban tewas yakni, Ronny Patinasarani, pengemudi Toyota Kijang Innova. Sedangkan 10 korban luka terdiri atas pengemudi Suzuki Karimun, pengendara dan penumpang Honda Scoopy, serta sejumlah penumpang dari kedua mobil.
Seluruh korban luka langsung dievakuasi petugas bersama warga ke Puskesmas Sicincin. Karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif, beberapa korban kemudian dirujuk ke RSUD Padang Pariaman.
Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan tragis ini bermula ketika sebuah mobil Toyota Kijang Innova melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi Innova berusaha mendahului mobil Suzuki Karimun yang berada di depannya.
Nahas, saat proses menyalip tersebut, kedua kendaraan roda empat ini saling bersenggolan. Benturan itu membuat pengemudi Innova kehilangan kendali atas kendaraannya. Mobil yang oleng kemudian menyapu sepeda motor Honda Scoopy di depannya, hingga akhirnya keluar jalur dan menghantam keras pagar rumah warga setempat.
"Akibat benturan keras tersebut, pengemudi Toyota Kijang Innova atas nama Ronny Patinasarani meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di bagian kepala," kata petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memintai keterangan dari para saksi selamat.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur nasional Padang–Bukittinggi agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara. Pengendara diingatkan untuk selalu memastikan kondisi arus lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum memutuskan untuk mendahului kendaraan lain.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait