3 Hari Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan Banyak Paslon Langgar Protokol Kesehatan

Riezky Maulana ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:21 WIB
3 Hari Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan Banyak Paslon Langgar Protokol Kesehatan
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan masih banyak pasangan calon (paslon) kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 selama pelaksanaan tiga hari kampanye Pilkada Serentak 2020, sejak 28-30 September 2020. Hal itu ditemukan di 35 kabupaten/kota dari total 270 daerah yang menggelar pesta demokrasi tersebut, termasuk di Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, mayoritas pelanggar protokol kesehatan tersebut masih bersikukuh menggelar pertemuan secara tatap muka dalam tiga hari kampanye. Kampanye pertemuan langsung ini tentunya membutuhkan protokol kesehatan.

"Pelanggaran ditemukan di 35 kapubaten/kota. Tim kampanye belum memastikan protokol kesehatan selama kampanye berlangsung. Pilihan metode kampanye ini berpotensi menjadi pusat penyebaran Covid-19," kata Afif dalam Webinar bertajuk Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Sehat dan Berbudaya, Kamis (1/10/2020).

Selain Solok, daerah-daerah yang dicatat Bawaslu melakukan kampanye pertemuan tatap muka antara lain, Depok, Trenggalek, Mojokerto, Ketapang, Bontang, Supiori, Bulukumba, Pasangkayu, dan Makassar. Secara keseluruhan, terdapat 582 kegiatan kampanye di 187 kabupaten/kota yang tercatat.

"Rinciannya, pertemuan terbatas atau tatap muka 250 kegiatan dan masih 43 persen dari total aktivitas yang dilaporkan. Penyebaran bahan kampanye sebanyak 128 kegiatan, 22 persen, pemasangan alat peraga sebanyak 99 kegiatan, 17 persen. Kemudian kampanye media sosial sebanyak 64 kegiatan, 11 persen. Selanjutnya kampanye virtual 41 kegiatan," tuturnya.

Terkait dengan kampanye melalui media sosial yang dipantau oleh Bawaslu, kata Afif, dilakukan oleh akun-akun resmi tim pemenangan. Jika bukan akun resmi, Bawaslu tidak bisa melakukan pengawasan secara langsung.

"Paling kami cari yang nanti sifatnya melanggar aturan menyoal dasar negara, kampanye berbasis isu SARA dan yang dilarang dalam undang-undang. Data ini sebenarnya membuat kita harus segera merefleksikan bagaimana praktik kampanye dikaitkan dengan ide untuk membuat kampanye sehat dan berbudaya," katanya.

Diketahui, Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia pada tanggal 9 Desember mendatang. Wilayah ini meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Sementara masa kampanye berlangsung selama 71 hari, dimulai sejak 26 September lalu dan berakhir 5 Desember 2020.


Editor : Maria Christina