Balita di Padang Alami Luka Bakar, Orangtuanya Ditagih Rp15 Juta karena Tak Punya BPJS

Budi Sunandar ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 10:39 WIB
Balita di Padang Alami Luka Bakar, Orangtuanya Ditagih Rp15 Juta karena Tak Punya BPJS
Hartono, orangtua balita di Padang yang ditagih Rp 15 juta karena tak punya BPJS. (Foto: iNews.id/ Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id - Nasib tragis dialami Hartono. Anak balitanya yang berusia 2 tahun, Otra mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat lampu minyak di rumahnya meledak. Tak hanya itu, ia juga dihadapkan dengan tagihan Rp15 juta dari rumah sakit yang merawat anaknya karena tak memiliki kartu BPJS.

Peristiwa itu bermula saat Hartono menyalakan dua buah lampu minyak untuk menerangi seisi rumahnya pada malam hari. Hal itu dilakukan karena keluarga Hartono yang tergolong miskin memang tidak memiliki aliran listrik di rumahnya.

Naas baginya, salah satu lampu minyak yang dinyalakan itu ternyata meledak dan apinya menyambar anak balitanya, Otra yang berada tak jauh dari lampu minyak yang meledak itu.

BACA JUGA: Video Balita di Gresik Tewas Terbakar Gara-Gara Main Api di Tenda Kardus

Otra pun mengalami luka bakar di sebagian wajah dan nyaris sekujur tubuhnya. Hartono kemudian membawa anak keempat dari lima bersaudara itu ke Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Jamil, Kota Padang untuk mendapat penanganan.

Otra lalu menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Lima hari berselang, Otra sudah dibolehkan pulang oleh tim dokter. Namun, Hartono panik. Ia dikagetkan oleh tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 15 juta.

Tagihan sebesar itu ternyata karena Otra tercatat menjalani perawatan sebagai pasien umum dengan tanggungan biaya pribadi, bukan dengan tanggungan asuransi ataupun BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Kebakaran Rumah Warga di Biringkanaya Makassar, 3 Balita Luka Lepuh

Hartono merasa bingung. Ia yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini jelas tak sanggup melunasi biaya sebesar itu.

“Sudah boleh pulang. Nggak punya BPJS,” ujar Hartono ditemui di beranda rumah sakit, Rabu (18/12/2019).

Kini, Hartono berharap ada uluran bantuan dari masyarakat untuk melunasi tagihan tersebut. Ia juga berharap pemerintah daerah ikut meringankan penderitaannya.


Editor : Reza Yunanto