Dosen Ini Kerap Bawa Ular Kobra saat Mengajar di Kampus

Budi Sunandar ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 10:45 WIB
Dosen Ini Kerap Bawa Ular Kobra saat Mengajar di Kampus
Fachrul Reza, dosen yang kerap membawa ular saat mengajar di kampus. (Foto: iNews.id/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id - Bagi sebagian orang, berdekatan dengan ular dianggap sebagai hal yang berbahaya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Fachrul Reza.

Dosen STKIP PGRI Kota Padang ini mengisi hari-harinya dengan bercengkerama bersama ular. Reza, demikian ia biasa disapa, begitu mencintai ular.

Ia mengoleksi berbagai jenis reptil melata itu. Bahkan koleksi ular Reza termasuk yang berbisa seperti ular kobra yang kini sedang meresahkan banyak warga di Indonesia.

BACA JUGA: Kisah Emak-Emak di Purwokerto Puluhan Tahun Hidup Bersama Ular Kobra

Reza mengaku hampir tiap hari membawa ular koleksinya saat pergi mengajar ke kampus. Tentunya bukan ingin membuat takut seisi kampus.

Menurut Reza, ia membawa ular untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa dan kolega di tempat ia mengajar itu. Kebetulan Reza mengajar mata kuliah biologi. Mata kuliah tersebut memang mempelajari anatomi makhluk hidup.

Ular yang dibawa Reza ke kampus biasanya ditaruh di wadah kotak plastik. Selain sebagai bahan untuk menunjang mata kuliah yang ia ampu, ular-ular tersebut biasanya ia tunjukkan saat berada di kampus.

Misalnya, ia pernah melepas salah satu ular kobra koleksinya yaitu ular kobra asal Sumatera. Ular berbisa itu ia gunakan untuk menunjukkan beberapa atraksi di hadapan para mahasiswa dan kolega dosen lainnya.

“Sebagai ajang edukasi agar tidak takut terhadap ular dan reptil berbisa lainnya dan dapat mengetahui bagaimana menangani ular berbisa jika masuk ke dalam rumah,” kata Reza saat ditemui, Jumat (20/12/2019).

BACA JUGA: Penangkapan Kobra di Purwakarta, Induk Ular Sembunyi di Lemari Pakaian

Koleksi ular Reza beragam. Selain ular kobra asal Sumatera, ada juga jenis sanca, retik, viper, dan king coros.

Bagaimana Reza mendapatkan ular-ular berbisa itu? Reza mengaku, ular-ular itu ia dapatkan dari hasil tangkapan dirinya saat diminta bantuan oleh warga yang menemukan ular di rumahnya.

“Kalau ada warga minta tolong ditangkap, biasanya musim hujan muncul,” katanya.

Menurut Reza, ia memang aktif sebagai pawing ular. Ia turut serta sebagai relawan di lembaga Rescue Reptil di Kota Padang.

Panggilan untuk menangkap dan menjinakkan ular kerap datang kepada Reza. Ia pun tak menarik biaya apa pun untuk keahliannya itu.


Editor : Reza Yunanto