Gubernur Sumbar Lepas Jenazah Nasrul Abit ke Peristirahatan Terakhir

Rus Akbar · Sabtu, 28 Agustus 2021 - 13:39:00 WIB
Gubernur Sumbar Lepas Jenazah Nasrul Abit ke Peristirahatan Terakhir
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melepaskan jenazah Nasrul Abit (Foto: iNews/Rus Akbar)

PADANG, iNews.id - Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah melepas jenazah Nasrul Abit ke peristirahatan terakhir di Air Haji, Pesisir Selatan, Sabtu (28/8/2021). Mahyeldi mendoakan terbaik untuk almarhum juga keluarga yang ditinggalkan.

"Insya Allah kebaikan kebaikan beliau akan diganjar dengan surga Allah," katanya saat melepas jenazah di Air Haji, Pesisir Selatan, Sabtu (28/8/2021).

Hadir di lokasi Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengatakan, Nasrul Abit. Dia mengkau masih tidak percaya dengan kabar meninggalnya Nasrul Abit.

"Hingga sekarang kami masih belum percaya bahwa beliau telah kembali kepada sang pencipta," kata Rusma Yul Anwar.

Nasrul Abit merupakan sosok yang tak tergantikan di Pesisir Selatan. Selama mengabdi 15 tahun di kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Bengkulu itu telah banyak jasa.

Tangan dingin itulah yang kemudian menarik Irwan Prayitno untuk menjadikannya sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2015-2021. Berturut-turut kabupaten tertinggal di Sumbar berhasil dientaskan dari ketertinggalan. Hanya tinggal Kabupaten Mentawai yang masih belum keluar dari status itu.

Tetapi Nasrul Abit telah menunaikan tugasnya dengan meletakkan pondasi pembangunan tidak hanya dengan menggunakan APBD provinsi tetapi juga menggaet dana dari pusat. Mentawai tinggal menunggu waktu untuk keluar dari status ketertinggalan itu.

Begitu banyak keistimewaan Nasrul Abit yang masih akan terus diingat oleh sejawat sejawat anak kemenakan, warga Pesisir Selatan dan rakyat Sumbar.

Sosoknya yang terkenal kebapakan namun tetap tegas tidak pernah menghindari permasalahan yang datang. Berulang kali yang maju untuk menenangkan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi ke kantor gubernur Sumbar hingga menghasilkan solusi yang bisa diterima semua pihak.

Nasrul Abit menerima semua dengan tangan terbuka, dengan jiwa yang mengayomi. Aksi demonstrasi itu berakhir dengan diskusi dan foto bersama dengan wajah-wajah yang tak lagi menunjukkan ketidakpuasan.

Di kalangan wartawan Nasrul Abit juga terkenal sangat dekat. Dalam waktu senggangnya dia meminta ajudannya untuk mengundang wartawan ke ruangannya sekadar untuk berdiskusi tentang perkembangan daerah.

Sesekali diskusi itu berakhir di pinggir pantai di kedai makan sederhana yang menawarkan menu ikan pukek (pukat). Nasrul Abit juga dikenal pecinta kuliner laut.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: