Kepala BNPB Percepat Kegiatan di Solok, Langsung Tinjau Banjir Sigi

Rizal Bomantama ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 19:53 WIB
Kepala BNPB Percepat Kegiatan di Solok, Langsung Tinjau Banjir Sigi
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memberi bantuan untuk korban banjir kepada Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria. (Foto: BNPB)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Akibat banjir bandang yang melanda Sigi, Sulawesi Selatan pada Kamis (12/12/2019), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mempercepat kegiatannya di Solok Selatan, Sumatera Barat. Doni Monardo baru saja menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di sana.

Doni Monardo awalnya akan melaksanakan kegiatan di Solok Selatan selama tiga hari. Namun dia memutuskan segera ke Sigi setelah mendengar kabar banjir bandang menerpa kawasan tersebut. Hingga kini diketahui banjir bandang di Sigi menewaskan dua orang.

“Awalnya Sabtu besok kami kembali ke Jakarta. Tapi mendengar kabar itu kami langsung kembali ke Jakarta setelah salat Jumat dan langsung ke Sulawesi pada Sabtu dini hari,” ucap Staf Khusus Doni, Egy Massadiah saat dikonfimasi, Jumat (13/12/2019).

Dalam kunjungannya ke Solok Selatan, Doni Monardo sempat meninjau sejumlah tempat yang terdampak banjir. Kemudian dia menyerahkan bantuan senilai Rp500 juta kepada Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria di Mesjid Raya Alam Surambi Sungai Pagu.

Doni Monardo dan rombongan BNPB diperkirakan tiba di Sigi pada Sabtu (14/12/2019) sore. Seperti diketahui banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Banjir lumpur disertai batu dan kayu dari pegunungan menerjang kawasan itu pada Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 19.30 WITA.

Pemerintah setempat menyampaikan tiga dusun di Desa Bolapapu tersebut merupakan daerah rawan banjir ketika hujan. Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa dua orang meninggal dunia atas nama Yan Cristison Mambarehi (51) dan Rezky Bambarehi (8). Sebanyak 60 kepala keluarga mengungsi akibat kejadian ini dan 20 rumah dilaporkan rusak.


Editor : Rizal Bomantama