Langgar Izin Usaha, Warga Padang Disidang Tipiring di Kantor Satpol PP

hermawan H ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 20:12:00 WIB
Langgar Izin Usaha, Warga Padang Disidang Tipiring di Kantor Satpol PP
Satpol PP Padang saat menggelar sidang secara virtual (Foto : Humas Satpol PP)

PADANG, iNews.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) kepada NS (41), warga Kota padang, yang melanggar Perda 11 Tahun 2005 tentang Trantibum. Sidang tipiring tersebut digelar dengan konferensi video di Aula Mako Satpol PP Padang, Jalan Tan Malaka, Kamis (1/10/2020).

Sebelum sidang pelanggaran perda tersebut digelar, hakim tunggal yang memimpin sidang meminta kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Padang untuk terdakwa dihadapkan di persidangan.

Dalam kesempatan tersebut, hakim Asni Meriyenti bertanya kepada terdakwa apakah mengetahui permasalahannya, sehingga harus menjalani sidang tipiring. Atas pertanyaan tersebut, terdakwa NS mengaku melakukan pelanggaran membuka usaha tanpa mengantongi izin.

Setelah terdakwa tidak keberatan atas dakwaan yang diajukan oleh PPNS dari Satpol PP Kota Padang, hakim tunggal yang memimpin sidang tersebut memutuskan hukuman berupa denda kepada terdakwa.

"Jika denda tersebut tidak dibayarkan, diganti dengan kurungan selama tiga hari," kata Hakim Asni Meriyenti.

Asni Meriyenti, mengingatkan kepada terdakwa sebelum izin usahanya keluar agar tidak dibuka hingga pengurusan izin selesai.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan, sudah sering melaksanakan sidang tipiring dalam penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

"Sidang ini sudah sering dilaksanakan. Namun untuk hari ini Satpol PP mengelar secara virtual di Aula Mako Satpol PP. Harapan kami, masyarakat yang belum memiliki izin usaha untuk segera mengurusnya," kata Alfiadi.

Alfiadi menyebut, pihaknya tidak bertujuan menyidangkan masyarakat, melainkan melindungi masyarakat agar tetap berusaha. Namun, warga harus tetap mengikuti aturan yang berlaku.

"Hari ini ada satu orang yang kami ajukan sebagai terdakwa beserta barang bukti. Ke depan sidang secara virtual ini akan terus dilaksanakan karena lebih efisien dan efektif," katanya.


Editor : Tomi Wahyudi