Longsor di Agam Sumbar, Jalur Padang-Medan Putus Total

Wahyu Sikumbang ยท Senin, 21 September 2020 - 21:52 WIB
Longsor di Agam Sumbar, Jalur Padang-Medan Putus Total
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat longsor yang menutup ruas jalan padang-Medan di Kabupaten Agam, Sumbar, Senin (21/9/2020). (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNews.id – Arus lalu lintas di jalur nasional Padang-Medan putus total akibat badan jalan terrtimbun longsor di Kelok Tusiang, kawasan Pasar, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/9/2020). Hingga Senin malam, jalur tersebut belum dapat dilewati.

Luasnya badan jalan yang terban membuat petugas terpaksa menutup total jalan. Akibat penutupan jalan, terjadi antrean panjang ratusan kendaraan dari Padang menuju Medan maupun sebaliknya.

Selain itu, ratusan penumpang bus lintas provinsi Sumbar-Sumut telantar selama berjam-jam menunggu dibukanya kembali jalan tersebut.

Kapolsek Palupuah, Iptu Syafri mengatakan, ada dua unit alat berat yang diturunkan ke lokasi untuk membuka jalan yang tertimbun longsor.

“Pengerjaan ditargetkan memakan waktu tiga jam ke depan, sehingga truk dan bus bisa melewati jalan dengan sistem buka tutup,” katanya.

Sopir bus lintas provinsi, Airin Lubis mengaku telah berada di lokasi selama enam jam sejak Senin pagi. “Tidak ada jalan alternatif, jadi kami harus menunggu lama,” katanya.

Dia menambahkan, penutupan ruas jalan akibat longsor membuat biaya perjalanan membengkak.

“Saya berangkat dari Jakarta mau ke Medan bawa penumpang 30 orang. Telantar di sini sudah 6 jam, biaya jadinya bertambah karena harusnya dalam perjalanan hanya sekali makan jadi dua kali, kalau cari jalan lain pun nggak bisa karena jauh dan penumpang pun ada yang tujuannya tak jauh dari sini di Pasaman dan Kota Nopan,” katanya.

Sementara itu, petugas tampak bekerja keras membuka akses jalan nasional yang tertimbun material longsor dengan alat berat. Selama proses pembersihan material longsor, petugas Satlantas Polres Agama memberakukan sistem buka tutup kendaraan untuk mengurai penumpukan.


Editor : Kastolani Marzuki