Panti Asuhan Bundo Saiyo Diisolasi setelah Pemilik Meninggal, Bantuan Terus Mengalir

hermawan H ยท Senin, 18 Mei 2020 - 21:09 WIB
Panti Asuhan Bundo Saiyo Diisolasi setelah Pemilik Meninggal, Bantuan Terus Mengalir
Kasi IKP Diskominfo Padang Charlie Ch Legi bersama Pengurus Panti Asuhan Bundo Saiyo, Novel Indra Yanti ( Foto : Diskominfo Padang)

PADANG, iNews.id - Bantuan terus mengalir ke Panti Asuhan Bundo Saiyo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), setelah sang pemilik meninggal dunia karena positif Covid-19. Bantuan ini membuat para pengurus dan anak-anak penghuni panti yang sempat ketakutan, mulai lega.

Kondisi di panti yang berlokasi di Jalan Tanjuang Aur, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, itu sebelumnya sempat berubah setelah pemiliknya meninggal. Terlebih setelah 30 orang anak panti dites swab oleh Dinas Kesehatan Kota Padang, termasuk 10 pengurus.

"Sejak bapak dinyatakan positif dan meninggalkan kami, kondisi di sini menjadi berubah. Kami diisolasi dan melakukan tes swab," ujar Pengurus Panti Asuhan Bundo Saiyo, Novel Indra Yanti, Senin (18/5/2020).

Isolasi mandiri dan tes swab dilakukan sejak 5 Mei lalu. Hasil tes swab menyatakan satu anak positif Covid-19 sedangkan lainnya dinyatakan negatif. Satu anak yang dinyatakan positif kini dirawat di Padang Besi.

“Kami sekarang masih isolasi mandiri. Masanya diperpanjang hingga 23 Mei karena kemarin ada anak kita yang dinyatakan positif,” katanya.

Sejak isolasi mandiri dilakukan, praktis perhatian terhadap anak panti berkurang. Donatur dan para dermawan yang biasanya membantu Panti Asuhan Bundo Saiyo pun mencari cara agar bantuan terus mengalir ke panti tersebut. Donatur menyampaikan kondisi panti ke sejumlah media massa dan sejak itu pula bantuan terus berdatangan.

“Bantuan datang bertubi-tubi sejak Selasa (12/5/2020). Kami menjadi merasa terbantu,” ujar Novel Indra Yanti.

Bantuan datang dari Pemerintah Kota Padang. Tidak saja berupa sembako, tetapi juga bantuan konsumsi berbuka puasa dan sahur. Semuanya diturunkan Dinas Sosial setiap hari selama isolasi mandiri dilakukan di panti itu.

Bantuan juga datang dari perusahaan dan lainnya. Jumlahnya tak terhitung. Bahkan, karena sering datangnya bantuan, anak-anak panti pun ikut menurunkan barang bantuan dari atas kendaraan.

“Kemarin ini pak Sekda Kota Padang juga datang, kedatangan tersebut sangat membantu menenangkan anak-anak karena rata-rata semua di sini anak yatim piatu yang tidak memiliki orang tua,” katanya.

Sejak itu, keadaan panti kembali menjadi tenang. Mereka terus melakukan proses isolasi mandiri dengan baik dan melakukan protokol kesehatan setiap waktu.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami di sini. Ini sangat membantu dan membuat kami lebih tenang,” ujar Novel.


Editor : Tomi Wahyudi