Pascabanjir Bandang di Solok Selatan, Puluhan Warga Terjangkit Penyakit

Budi Sunandar ยท Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB
Pascabanjir Bandang di Solok Selatan, Puluhan Warga Terjangkit Penyakit
Petugas medis memeriksa kesehatan warga terdampak banjir di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu. Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Senin (16/12/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Empat hari pascabanjir bandang melanda Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), puluhan warga mulai terdampak penyakit, Senin (16/12/2019). Dinas Kesehatan setempat menyediakan pelayanan pengobatan gratis kepada warga.

Warga yang mulai terdampak banjir salah satunya di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu. Puluhan warga mulai dari anak-anak hingga para lanjut usia (lansia) terjangkit berbagai macam penyakit, seperti demam, pilek, sakit kepala hingga gatal-gatal.

Beruntung Dinas Kesehatan Pemkab Solok Selatan sudah menggelar puskesmas keliling. Para petugas medis mendatangi rumah-rumah yang terdampak banjir dan memeriksa kondisi kesehatan warga. Para warga yang sakit bisa mendapatkan pengobatan gratis.

”Kami mendirikan puskesmas keliling ini dengan mendatangi warga yang terdampak banjir. Kami memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Rata-rata warga mengalami demam pascabanjir,” kata petugas medis, RSI Candrawati.

Posko kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab Solok Selatan ini rencananya didirikan hingga masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan status ini berlaku hingga dua minggu ke depan.

Petugas medis memeriksa kesehatan warga terdampak banjir di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu. Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Senin (16/12/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)
Petugas medis memeriksa kesehatan warga terdampak banjir di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu. Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Senin (16/12/2019). (Foto: iNews/Budi Sunandar)

Sementara para warga mengaku mengalami kelelahan akibat membersihkan rumah setelah banjir mulai surut. Kebanyakan warga juga menderita penyakit kulit seperti gatal-gatal karena masih kekurangan air bersih di kampung mereka.

“Penyakitnya kepala pusing, pinggang sakit, kaki sakit, kesemutan, gatal-gatal. Kami capek membersihkan rumah dan sering terendam air,” kata warga, Maidar.


Editor : Maria Christina