Pascabanjir Bandang, Warga Solok Selatan Dilanda Krisis Air Bersih

Budi Sunandar ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 08:25 WIB
Pascabanjir Bandang, Warga Solok Selatan Dilanda Krisis Air Bersih
Seorang warga di Nagari Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar sedang menampung air bersih sejak rusaknya saluran pipa PDAM akibat banjir bandang. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

SOLOK SELATAN, iNews.id – Ratusan kepala keluarga di Nagari Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami krisis air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air isi ulang dan memanfaatkan air hujan untuk keperluan minum dan bersih-bersih.

Bukan tak beralasan, tiga hari pascabanjir bandang, pasokan air bersih terganggu akibat rusaknya saluran pipa PDAM. Pipa distribusi air ini banyak yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.

Seorang warga Sumarni mengaku kesulitan air bersih ini terjadi sejak banjir bandang menerjang kampung mereka. Untuk bersih-bersih rumah dan lingkungan yang terdampak lumpur akibat banjir banjang, warga memanfaatkan dari air hujan.

Karena saat ini, pasokan air bersih terbatas dan ditampung bersama warga lainnya. Itu pun hanya dipergunakan untuk memasak air dan kebutuhan minum.

“Sejak banjir bandang sampai saat ini saya belum mandi untuk menghemat stok air bersih. Tampungannya masih ada namun terbatas,” ujarnya, Minggu (15/12/2019).

Dia juga mengungkapkan harapannya akan bantuan dari pemerintah. Masyarakat butuh mendapat penyaluran air bersih, apalagi di sini banyak pula anak-anak dan balita.

“Bantuan utama yang sangat kami butuhkan saat ini memang ketersediaan air bersih,” katanya.

Sebelumnya banjir bandang menerjang empat kecamatan di Solok Selatan akibat curah hujan yang tinggi sejak Kamis (12/12/2019) malam hingga Jumat (13/12/2019) pagi. Banjir akibat luapan sejumlah sungai ini merendam permukiman warga dan merusak pipa PDAM. Saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut.


Editor : Donald Karouw