Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Buku Nikah bagi Pasangan Selingkuh

Budi Sunandar ยท Jumat, 13 April 2018 - 10:31 WIB
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Buku Nikah bagi Pasangan Selingkuh
Buku nikah palsu saat gelar perkara di Mapolda Sumbar. (Foto: iNews/Budi Sunandar)

PADANG, iNews.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) membongkar sindikat pemalsu buku nikah yang beroperasi di Kota Padang. Polisi menangkap dua terduga pelaku dan menyita 140 pasang buku nikah palsu, 200 foto calon pemesan beserya daftar nama, serta stempel palsu.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan atas kasus itu berawal dari adanya laporan masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga yang melaporkan suaminya telah menikah lagi dan mempunyai buku nikah. Padahal keduanya belum melalui proses perceraian di Pengadilan Agama secara resmi.

Atas laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Hasil penelusuran, ternyata buku nikah tersebut palsu. Polisi mengembangkan kasus yang berujung kepada penangkapan kedua pelaku masing-masing berinisial RK (42) dan AT(53), yang menyediakan jasa buku nikah paslu. Keduanya ditangkap di Jalan Muaro Panjalinan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Kedua pelaku ini ditangkap setelah membuat ratusan buku nikah palsu dan menyalahgunakannya," kata Direskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi, saat gelar perkara, Kamis 13 April 2018.


Selain mengamankan pelaku dan menyita barang bukti. Polisi menemukan ada dua buku nikah yang terdapat akta kutipan nikah dengan nomor 078/04/IV/2018 dan 078/04/IV/2018, serta lima buku nikah yang sudah ditulis, dan dua lembar surat pernyataan nikah.

Dia menjelaskan, modus operandinya yakni pelaku membuat buku nikah palsu setelah adanya pemesan, yang disinyalir melalui calo dan atau jaringan yang menyebar disetiap daerah di wilayah Sumbar. Untuk satu buku nikah palsu pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp1,5 juta.

Bisnis pemalsuan buku nikah itu ditengarai sudah berlangsung selama satu tahun. Diduga buku nikah palsu itu digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk perbuatan selingkuh atau berpoligami.

"Kami minta seluruh warga ikut bekerja sama agar tindak pidana di Sumbar ini dapat ditekan," ujarnya

Atas keterlibatan kasus tersebut, keduanya disangkakan Pasal 263, Pasal 264, Pasal 266 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP dengan ancaman pidana maksimal enam tahun.


Editor : Donald Karouw