Tahun Ini Jemaah Haji Tak Boleh Sentuh Ka'bah dan Hajar Aswad

Anton Suhartono ยท Senin, 06 Juli 2020 - 10:14 WIB
Tahun Ini Jemaah Haji Tak Boleh Sentuh Ka'bah dan Hajar Aswad
Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji 2020 dengan syarat sangat ketat. (foto: Al-Araby)

JEDDAH, iNews.id - Pelaksanaan ibadah haji tetap digelar saat pandemi Covid-19. Pemerintah Arab Saudi pun sudah terbitkan protokol kesehatan haji, salah satunya jumlah jemaah sangat dibatasi yakni sekitar 1.000 atau tak lebih dari 10.000 orang.

Dikutip dari Arab News, Senin (6/7/2020), mulai 19 Juli, otoritas akan membatasi akses ke tempat-tempat pelaksanaan haji seperti Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Petunjuk dan seruan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dipasang di setiap tempat dalam banyak bahasa, seperti harus mengenakan masker, selalu mencuci tangan atau hand sanitizer serta menjaga etika bersin dan batuk.

Selain itu pelaksana haji akan mengatur distribusi jemaah agar tak terjadi penumpukan di area Tawaf di sekitar Ka'bah serta menjaga jarak antarjemaah yakni setidaknya 1,5 meter.

Lagkah serupa diterapkan di tempat Sai di mana jemaah akan menggunakan semua lantai untuk menghindari persinggungan satu sama lain. Di area-area tersebut juga dipasang trek yang dipagari. Sebelum dan sesudah kelompok jemaah datang untuk Tawaf dan Sai, tim kebersihan akan mensterilkan lokasi.

Untuk tahun ini, jemaah tak diperbolehkan menyentuh Ka'bah dan Hajar Aswad. Petugas memasang pagar sehingga jemaah tak bisa mendekati Ka'bah. Selain itu, karpet-karpet di Masjidil Haram tak akan digunakan. Jemaah diminta menggunakan alas sendiri untuk beribadah. Jemaah juga dilarang makan di area Masjidil Haram.

Tak kalah pentingnya penggunaan transportasi dari tempat jemaah menginap menuju lokasi. Otoritas akan memastikan jemaah menjaga jarak satu sama lain, baik menggunakan tanda maupun menerjunkan petugas di titik-titik keberangkatan dan tiba.

Saat ibadah di Arafah dan Muzdalifah, jemaah harus mematuhi jarak sosial setidaknya 1,5 meter setiap saat. Penyelenggara harus memastikan bahwa dalam area 50 meter persegi tidak boleh ada lebih dari 10 jemaah.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto