get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis! Lansia Hilang Sepekan di Agam Ditemukan di Dasar Ngarai Sedalam 60 Meter

Tikus Langka Ditemukan Warga, Tubuh Menyerupai Babi dan Bulu Atas Mirip Landak

Selasa, 02 November 2021 - 17:12:00 WIB
Tikus Langka Ditemukan Warga, Tubuh Menyerupai Babi dan Bulu Atas Mirip Landak
Tikus bulan yang ditemukan warga Simpang Ampek Tapi, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Antara)

LUBUK BASUNG, iNews.id - Penemuan tikus langka dan unik jenis bulan atau Echinosorex gymnura menggegerkan warga Simpang Ampek Tapi, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hewan ini ditemukan Rozi Rahmat (40) di depan warung miliknya.

"Saya melihat satwa langka yang lagi asik bermain sembari mencari makan di halaman depan warung dan langsung saya tangkap menggunakan alat tangkap ikan," ujarnya di Lubukbasung, Selasa (2/11/2021).

Tikus tersebut kemudian langsung dimasukkan ke dalam kandang. Satwa itu kini menjadi tontonan bagi warga sekitar, mengingat mereka sebelumnya belum pernah melihat tikus yang sekilas menyerupai babi dan bulu pada badan bagian atas seperti landak.

"Satwa tersebut termasuk langka dan unik karena dicari tahu melalui halaman pencarian Google, saya bersama teman atas nama April Yunus (34) tidak menemukan yang sejenisnya," kata Rozi.

Mengingat hewan ini salah satu satwa langka, dia langsung menghubungi petugas Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam. Satwa itu kemudian diserahkan ke petugas Resor KSDA Agam untuk dilepasliarkan kembali ke alam.

Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra mengungkapkan, tikus bulan ini sedang diobsevasi dan diidentifikasi ke kantornya. Hasil identifikasi, tikus ini jenis bulan, berkelamin jantan, berukuran besar dengan panjang tubuh hingga kepala mencapai 32-40 sentimeter. Kemudian panjang ekor 20-30 sentimeter dan berat sekitar dua kilogram.

"Tikus bulan itu bakal kita lepas liar ke alam dalam waktu dekat," katanya.

Dia menambahkan, bulu tubuhnya didominasi bulu berwarna putih atau abu-abu keputihan dengan beberapa bulu hitam yang tumbuh menyebar. Terkadang juga memiliki bulu hitam yang lebih banyak (rapat) di bagian tubuhnya.

Selain ukuran tubuhnya yang ‘raksasa’ dan warna bulunya, ciri lain dari tikus bulan yaitu bau tubuhnya yang tajam dan khas. Baunya seperti kandungan amonia yang tinggi.

Bau itu digunakan untuk memperingati tikus bulan lain dan menjauhkan mereka dari predator. Bau ini juga digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan mereka.

Moncongnya panjang dan kerap mengeluarkan air liur. Dari ciri terakhir ini sering kali tikus bulan dianggap sebagai ‘selenodon’, tikus primitif yang hidup di Eropa dan Kuba.

Tikus bulan merupakan hewan nokturnal yang hidup secara soliter dan biasa menandai wilayahnya dengan sekresi berbau menusuk dan tajam seperti bau amonia.

Tinggal dalam sarang dalam liang, akar dan kayu. Tikus bulan memakan invertebrata seperti cacing tanah, serangga, lipan, kalajengking, kaki seribu, kepiting dan moluska. Selain itu juga memakan katak dan ikan kecil serta buah.

"Tikus ini berkembang biak sepanjang tahun dengan masa kehamilan antara 30 sampai 40 hari," ucapnya.

Daerah sebarannya meliputi Semenanjung Malaya (Malaysia, Thailand, dan Myanmar), Sumatera dan Kalimantan (Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam).

Habitatnya hutan primer dan sekunder pada dataran rendah, hutan bakau hingga perkebunan. Terutama di daerah yang agak basah. Tikus bulan bisa hidup di hutan hujan, dataran rendah, rawa mangrove hingga perkebunan.

Jumlah populasi secara global tidak diketahui secara pasti. Namun diperkirakan masih cukup umum. Oleh IUCN Red List dikategorikan dalam status konservasi Least Concern.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut