Viral, Tangis Haru Bocah di Agam Tak Rela Sapi Kesayangan Dikurbankan

Wahyu Sikumbang ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 09:14:00 WIB
Viral, Tangis Haru Bocah di Agam Tak Rela Sapi Kesayangan Dikurbankan
Tangkapan layar bocah di Agam, Sumatera Barat menangis haru dan memeluk sapi kesayangan yang akan dikurbankan. (Foto: iNews.id/Wahyu Sikumbang)

Viral, Tangis Haru Bocah di Agam Memeluk Sapi Kesayangan yang Akan Dikurbankan


AGAM, iNews.id - Sebuah video viral di masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Video itu memperlihatkan seorang bocah menangis haru sembari memeluk sapi kesayangan yang akan dikurbankan.

Bocah yang menangis haru sembari memeluk sapi kesayangannya itu bernama Syahrul alias Ca'un. Ca'un tak rela sapi kesayangan yang menemani kesehariannya bermain hingga pernah tidur bersama itu akan disembelih untuk kurban Idul Adha.

"Kamu di sini saja ya, lama-lama di sini, jangan pergi pula, saya sedih, kalau kamu pergi tidak ada lagi teman saya di sini, yaa..." ucap Ca'un penuh keharuan dalam video yang diunggah akun Instagram @rahmatillahi991 dilihat Minggu (2/8/2020).

Bocah laki-laki berusia 15 tahun asal Jorong Pandam, Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua tersebut, terus memeluk dan menciumi sapi kesayangannya itu sambil terisak menangisi sang sapi.

Dini hari sebelum disembelih, Ca'un tidak bisa tidur. Pikirannya terus terbayang sapi yang ada di kandang. Akhirnya dia mendatangi sapi itu dan mencurahkan isi hatinya.

Dia merasa sedih saat sapi yang dirawatnya selama sepekan ini dibeli orang dan bakal disembelih untuk daging kurban.

Pada Sabtu (1/8/2020), Ca'un mulai bisa tersenyum kembali, saat melihat sapi-sapi baru berdatangan.

"Nangis sedih karena saya ingat pernah naik ke punggungnya sampai dia (sapi) tertidur. Saya tidak bisa tidur, masih ingat terus sapi itu," ujar Alvin, teman Ca'un yang merekam dan mengunggah di Instagram.

Paman Ca'un, Ismet yang juga pengelola peternakan, mengaku, anak yang belum tamat sekolah dasar tersebut, merupakan putra pertama dari pasangan Era dan Jan Muncak. "Dia memang dikenal sebagai penyayang sapi," tuturnya.

"Saat malam waktu menunggu sapi itu mungkin karena hatinya iba maka menangis, karena sapi itu akan berangkat pagi ke tempat orang yang membeli untuk disembelih di hari raya. Dia bukan pengembala tapi dia memang penyayang sama hewan," katanya.

Sejak setahun terakhir, Ca'un yang memiliki sifat penyayang terhadap hewan ternak tersebut, setiap hari bersama teman-temannya datang ke peternakan untuk bermain bersama ternak-ternak. Anehnya, banyak sapi yang begitu jinak saat bersamanya.


Editor : Reza Yunanto