Wali Kota Padang Dikabarkan Positif Covid-19, Pemkot: Tidak Benar, Pak Wali Justru Sehat

hermawan H ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 22:30 WIB
Wali Kota Padang Dikabarkan Positif Covid-19, Pemkot: Tidak Benar, Pak Wali Justru Sehat
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa saat rapat staf di Balai Kota ( Foto : Muliadi Humas Padang).

PADANG, iNews.id – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah sempat dikabarkan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Namun, kabar tersebut langsung dibantah Pemerintah Kota (Pemkot) Padang. Orang nomor satu di ibu kota Sumatera Barat (Sumbar) itu dalam kondisi sehat.

“Tidak benar itu, dari mana sumbernya. Pak wali justru sehat wal afiat saja,” kata Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Padang Amrizal Rengganis di Balai Kota, Jumat (19/6/2020).

Amrizal mengatakan, hasil rapid test kemarin justru menyatakan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah sehat-sehat saja. Tidak ada indikasi terinfeksi virus corona seperti isu yang beredar di Padang.

Dia menjelaskan, pada Senin (15/6/2020) siang, wali kota memang berangkat ke Jakarta. Pagi sebelum berangkat, dia menjalani rapid test sesuai protokol Covid-19 dan hasilnya negatif.

"Bahkan, sepulang dari Jakarta, Wali Kota Padang juga melakukan tes swab di Puskesmas Padang Pasir Padang. Pada hari Jumat hasilnya sudah diperoleh. Hasil tes swab tersebut negatif Covid-19," kata Amrizal.

Amrizal menjelaskan, wali kota senantiasa memperhatikan masalah yang berkaitan dengan kesehatan, terutama pada era pandemi Covid-19 ini. Tidak mungkin wali kota mengabaikan masalah Covid-19 yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

“Pak Wali senantiasa menyampaikan pengarahan kepada masyarakat agar taat dan patuh pada protokol Covid-19. Dia mengingatkan warga untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan senantiasa memeriksakan kesehatan apabila hendak bepergian dari satu kota ke kota lain," katanya.

Amrizal menuturkan, jika tiba-tiba beredar kabar wali kota positif Covid-19, tentu berlawanan dengan komitmen untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan. Kalapun benar terinfeksi positif Covid-19, wali kota tidak mungkin menyembunyikannya.

"Positif Covid-19 bukanlah sebuah aib, siapa saja bisa terkena. Akan tetapi jika tidak positif, lalu dikatakan positif, tentunya menjadi berita bohong," ujarnya.

Dia juga meminta kepada pekerja media agar menginformasikan setiap berita yang menyangkut wali kota kepadanya. Dengan begitu, berita-berita tersebut bisa dipastikan komprehensif, berimbang dan memenuhi syarat-syarat check and balanced sebagaimana dituntun oleh kode etik jurnalistik.

“Saya tidak pernah menghambat kawan-kawan media memberitakan atau melakukan kritik yang konstruktif untuk Pemkot Padang, silakan saja asal untuk kebaikan. Tetapi yang terpenting, adanya keberimbangan dalam berita dan setiap kali ada yang belum pasti agar dikonfirmasi terlebih dulu,” ujarnya.

Sementara itu menyangkut perkembangan pengendalian pandemi Covid-19 di Padang, Amrizal mengatakan sampai hari ini (Jumat 19/6/2020) persentase kesembuhan pasien positif Covid-19 sudah mencapai 60,67 persen.

“Kami melalui Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kota Padang terus berusaha melandaikan angka-angka persebaran Covid-19 ini," katanya.

Pemkot Padang berupaya mencegah penyebaran Covid-19  dengan berbagai kegiatan di antaranya membersihkan tempat-tempat umum. Kemudian, penyemprotan disinfektan dengan melibatkan unsur-unsur Dinas Kesehatan, BPBD, PMI dan berbagai relawan di Kota Padang.

"Saat ini Padang masih dinyatakan sebagai wilayah dengan angka Covid-19 yang terbilang tinggi di Sumbar. Namun, kita tetap berjuang keras agar masyarakat kembali pada suasana kenyamanan sebagaimana sebelum era Covid-19," katanya.

Dia mengatakan, wali Kota Padang juga selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama saling bahu-membahu melandaikan kurva Covid-19 dengan cara menaati protokol kesehatan. Termasuk juga mengajak media meluruskan informasi Covid-19.


Editor : Tomi Wahyudi