Operasi patuh Singgalang (Antara)
Antara

BUKITTINGGI, iNews.id - Sebanyak 466 pelanggaran dan lima kecelakaan mewarnai kegiatan Operasi Patuh Singgalang di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Operasi ini sudah digelar sejak 13 Juni 2022.

"466 itu terdiri dari 397 surat teguran dan 69 surat tilang diberikan ke pengguna jalan," kata Kasatlantas Polres Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat, Selasa (28/6/2022).

Dia menambahkan, selama penertiban yang dilakukan sejak 13 Juni lalu itu juga terjadi lima kasus kecelakaan.

"Ada lima kasus Laka, dengan korban satu orang meninggal dunia dan 15 luka ringan, kerugian materil mencapai Rp53 juta," katanya.

Ghanda mengatakan pelanggaran yang sering ditemui di lapangan adalah yang dilakukan oleh pengguna sepeda motor.

"Pengemudi sepeda motor masih menjadi mayoritas pelanggar di jalan raya, ada yang tidak memakai helm sesuai aturan, mengemudi melebihi batas dan tidak dilengkapi surat," katanya.

Sasaran pertama Operasi Patuh adalah pengguna kendaraan baik roda dua dan roda empat serta lainnya yang berjalan melawan arus lalu lintas yang telah ditetapkan di masing-masing daerah.

"Selanjutnya bagi mereka yang tidak memakai helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), pengguna kendaraan roda empat dan sejenisnya yang tidak memakai sabuk pengaman juga akan ditindak," katanya.

Pelanggar yang memacu kendaraan di atas batas kecepatan yang telah ditentukan, pengemudi yang menggunakan telpon genggam saat berkendara turut dijadikan sasaran operasi ini.

"Serta bagi kendaraan roda dua yang membonceng lebih dari satu penumpang, kemudian kendaraan yang overloading overdimesion, terakhir kendaraan dengan knalpot bising juga kami tindak," kata Ghanda.

Menurutnya, Operasi Patuh Singgalang digelar dengan teknis hunting dan stasioner sesuai dengan kondisi di lapangan.

Untuk Bukittinggi, penindakan akan dilakukan dengan tilang manual, berbeda dengan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya yang sudah mengaplikasikan tilang elektronik (ETLE).


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT