AGAM, iNews.id – Banjir bandang menerjang dua nagari di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (2/11/2026). Banjir terjadi setelah hujan dersa mengguyur kawasan Gunung Singgalang hingga memicu luapan air bercampur material lumpur secara tiba-tiba.
Berdasarkan informasi di lapangan, limpasan air bah datang sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung menerjang area SMAN 1 Banuhampu di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu.
Melihat genangan air lumpur kian meninggi di komplek sekolah dan mengancam pemukiman, warga bergotong royong menjebol tembok pembatas SMAN 1 Banuhampu. Langkah ini dilakukan agar debit air yang tertahan memiliki jalur buangan cepat menuju saluran utama.
Wali Nagari Pakan Sinayan, HS Daktuak Kayo Nan Kuniang mengatakan, banjir bandang berlangsung sangat cepat.
"Tiba-tiba air cukup besar yang berasal dari aliran Gunung Singgalang sampai di SMA 1 Banuhampu. Dampak dari meluapnya air dari saluran, ada beberapa rumah masyarakat yang sempat terendam karena kejadiannya sangat tiba-tiba," ujar HS Daktuak Kayo.
Dampak memilukan dirasakan oleh Hendra, salah satu pengusaha konveksi di kawasan sekitar sekolah. Air bercampur lumpur menerjang empat bangunan rumah yang dijadikan lokasi produksi konveksi.
"Airnya datang hanya dalam kurun waktu tidak sampai satu menit, langsung merendam lokasi. Banyak kain jilbab dan bahan kain gelondongan yang kena dan basah lumpur semua," tutur Hendra lesu.
30 Hektare Lahan Pertanian Rusak
Data sementara dari BPBD Kabupaten Agam mencatat dampak banjir melanda dua wilayah, yakni Nagari Pakan Sinayan di Kecamatan Banuhampu dan Nagari Padang Laweh di Kecamatan Sungai Pua.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait