Linda menambahkan, proses belajar secara daring yang diterapkan karena pandemi Covid ini juga menjadi berkah untuk Hani. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.
"Dia tidak terlalu suka bermain. Malah mengisi waktunya dengan bekerja mengupas bawang petani yang ada di sini, lalu upahnya ditabung dalam celengan," kata dia.
Lebih lanjut Roza Linda mengatakan, sejak awal anaknya memang sudah berniat menggunakan uang tabungannya untuk berkurban.
Setelah membongkar celengan, tanpa berpikir lagi dia langsung meminta kedua orang tuanya untuk menyerahkan uang itu ke panitia kurban di Masjid Nurul Iman, Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti.
Hani ikut berkurban satu ekor sapi untuk tujuh orang yang dilakukan secara patungan atau senilai Rp2,5 juta per orangnya. Kemudian daging kurban atas nama Hani ini diserahkan ke kerabat dan tetangga dekat rumah.
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait