Ilustrasi penganiayaan (iNews.id)
Antara

PASAMAN BARAT, iNews.id - Seorang dokter di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan ke polisi. Diduga, dokter bedah itu melakukan penganiayaan terhadap perawat.

Dokter perawat itu sama-sama bekerja di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Kabupaten Pasaman Barat. Dokter bedah itu berinisial FBP sementara perawat bernama Syunika Rahman (37).

Insiden penganiayaan itu terjadi pada Rabu (23/11/2022). Saat itu, sang dokter akan melakukan operasi bedah. Sementara korban ikut membantu.

Kejadian berawal saat ada yang minta sarung tangan atau handscoon karena operasi akan dimulai. Mendengar ada permintaan itu maka dirinya pergi menuju ruangan operasi mengantarkan apa yang diminta.

Ketika sudah membuka pintu ruangan operasi tiba-tiba dokter spesialis itu menghardiknya dan disuruh keluar.

"Saya terkejut karena tiba-tiba dihardik padahal mengantarkan kelengkapan operasi yang diminta karena selama ini biasa saja karena sudah tugas saya," katanya.

Lalu mendengar dihardik maka dijawabnya agar bicara itu bagus-bagus saja.

"Mendengar jawaban itu, saya semakin dihardiknya dan dibentak-bentak. Terjadilah pertengkaran saling jawab kata," katanya

Kemudian tiba-tiba dokter itu langsung menyerang dengan memegang krah baju sembari didorong ke kiri, kanan sampai ke dinding.

"Kuatnya serangan itu maka tangannya mengenai hidung saya dan membuat kulit di bawah hidung mengalami luka. Beruntung saat itu ada yang datang melerai," katanya.

Tak terima perlakuan dokter, perawat kemudian membuat laporan ke Polres Pasaman Barat agar diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Jangan mentang-mentang dia dokter spesialis bisa sewenang-wenang kepada kita yang kecil ini. Seharusnya mereka menjadi contoh lah bagi kami," katanya.

Laporan itu diterima polisi dengan Nomor: LP/B/288/XI/2022/SPKT/POLRES PASAMAN BARAT/POLDA SUMBAR tentang peristiwa pidana UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 352.

Dia berharap pihak kepolisian agar memproses perkara ini sesuai aturan yang ada. Sehingga memberi pelajaran bagi dokter lain agar tidak semena-mena terhadap bawahan dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim AKP Fahrel Haris membenarkan terkait adanya laporan itu.

"Memang ada laporan polisi dari perawat RSI Ibnu Sina terhadap seorang dokter spesialis. Namun dokter itu juga membuat pengaduan," katanya

Pihaknya akan mendalami persoalan ini terlebih dahulu sambil memanggil pihak-pihak terkait nantinya.

Sementara itu dokter spesialis FBP saat dikonfirmasi tidak menjawab. 


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT