Ilustrasi gempa bumi (iNews.id)
Rus Akbar

MENTAWAI, iNews.id - Sebuah bangunan Sekolah Dasar (SD) di Simalegi, Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) roboh. Hal ini diduga karena gempa Magnitudo 6,4 mengguncang Mentawai.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, dampak gempa tersebut dari data yang diperoleh lapangan itu SMPN 3 Simalegi mengalami rusak ringan, Puskesmas Betaet rusak ringan, gereja Katolik rusak sedang diman bagian atapnya ambruk. 

"Yang parah itu di SD 11 Simalegi dimana salah satu bangunannya roboh akibat gempa," kata Novriadi, Senin (29/8/2022)/

Mengenai korban jiwa kata Kalaksa, sampai siang ini belum ada laporan dari pemerintah setempat bahkan dari warga juga belum melaporkan korban jiwa baik luka-luka maupun kehilangan nyawa.

Saat ini BPBD masih melakukan monitor di Pusdalops Mentawai, apakah gempa ini sudah menurun atau masih menunggu.

"Kita masih melakukan monitor, namun kita minta warga tetap waspada, untuk yang mengungsi tunggu instruksi dulu baru turun, soalnya kita belum tahu apakah guncangan gempa menurun atau malah naik," kata dia.

BPBD juga belum melakukan rapat soal tanggap darurat, menurut Novriadi untuk gempa kali ini masih bisa diatasi pihak kecamatan dan desa.

Untuyk diketahui, gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,4 terjadi di Kepulauan Mentawai. Sumbar. Menurut BMKG, gempa terjadi pada koordinat 0,99 LS dan 98,53 BT.

Gempa berpusat di laut pada jarak 12 Km arah Barat Laut Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 24 kilometer.

Gempabumi ini merupakan kelanjutan aktivitas gempa yang terjadi sebelumnya pada pukul 00.04 WIB dengan M 4,9 dan pukul 05.34 WIB dengan M 5,8.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT