PVMBG mencatat, letusan Gunung Marapi kali ini terekam dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan durasi sekitar 31 detik. Sebelumnya, pada Selasa malam (13/1/2026) pukul 19.59 WIB, Marapi juga mengalami erupsi dengan amplitudo lebih besar mencapai 30,3 milimeter dan durasi 35 detik.
Warga di sejumlah kecamatan, seperti Sungai Pua, Canduang, Ampek Angkek, hingga Tilatang Kamang, dilaporkan sempat mendengar suara dentuman akibat letusan tersebut.
Sepanjang tahun 2026, Gunung Marapi telah tercatat mengalami lima kali letusan dan 25 kali embusan. Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II Waspada.
PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek serta mewaspadai potensi lahar, terutama saat hujan. Warga juga diminta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait