Kasus asusila mendominasi perkara kekerasan terhadap anak di Kabupaten Solok Selatan.(Foto: Ilustrasi/Ist)

SOLOK SELATAN, iNews.id  - Kasus asusila mendominasi perkara kekerasan terhadap anak di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar). Sepanjang tahun 2022, sedikitnya ada delapan kasus kekeasan anak sampai ke ranah hukum.

"Perkara yang melibatkan anak sebagai korban dan pelaku kekerasan sejak Januari- Juli 2022 sampai ke tahap penuntutan ada delapan perkara," kata Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasi Pidum Kejari) Solsel, Hironimus Tafonao, Senin (1/8/2022).

Pihaknya merinci bahwa anak yang menjadi pelaku sebanyak 11 orang dan anak sebagai korban sebanyak lima orang.

"Diantaranya, enam kasus asusila dan masing-masing satu perkara narkotika dan pencurian," lanjut Hironimus.

Kanit PPA Polres Solsel, Aipda Deni Rahmat mengatakan, pada umumnya kasus asusila atau cabul terhadap anak di bawah umur dilakukan orang dekat, seperti tetangga, teman maupun anggota keluarga.

"Motivasi pelaku dikarenakan nafsu dan korban di iming-imingi berbagai hal," kata dia.

Dalam upaya pengentasan kekerasan terhadap anak pemerintah Solsel bersama DPRD menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Layak Anak (KLA) dalam proses pembahasan di DPRD setempat.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network