Sejumlah pedagang dan warga memasuki Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Sumbar, yang terbakar pada Jumat dini hari, 17 November 2017. Hingga Sabtu pagi (18/11/2017), kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp85 miliar. (Foto: iNews/Wahyu Sikumba

BUKITTINGGI, iNews.id – Jumlah kerugian akibat kebakaran Pasar Grosir Aur Kuning Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat dini hari, 17 November 2017, diperkirakan mencapai Rp85 miliar. Api yang membakar pertokoan di tiga lantai di tahap satu dan tahap dua menghanguskan hampir 1.000 toko dan lapak pedagang.

“Toko dan lapak di Aur ini 5.879 jumlahnya. Toko yang terbakar 64 dan lapak-lapak 900, barangnya habis. Ini adalah hitungan awal dan bisa berubah. Kita lihat nanti. Kerugian sementara diperkirakan Rp85 miliar,” kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sabtu (18/11/2017).

Pascakebakaran, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit juga meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Wagub memastikan tidak semua Pasar Aur Kuning yang terbakar. Dari 5.879 toko, yang terbakar ada sekitar 5 persen.

Data sementara dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, kebakaran Pasar Grosir Aur Kuning meliputi tiga lantai di tahap satu dan tahap dua. Akses jalan di sekitar lokasi yang dipadati lapak pedagang kaki lima membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan masuk ke sekitar pertokoan yang terbakar.

Pemkot Minta Bantuan Pemprov
Satu hari pascakebakaran yang melanda pasar grosir di kawasan Terminal Bus Simpang Aur Kuning, Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar Nasrul Abit, setelah melihat kondisi lokasi kebakaran. Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi menyebutkan, kebakaran telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar.

Peristiwa ini merupakan kebakaran besar kedua setelah Pasar Ateh terbakar tiga pekan lalu, Senin 30 Oktober 2107. Pemkot Bukittinggi mengaku tidak sanggup menanggung beban kerugian sehingga meminta bantuan pada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Menanggapi hal itu, Wagub Nasrul Abit mengatakan, pemerintah perlu bersama-sama mengambil langkah-langkah kongkret pascakebakaran Pasar Aur Kuning. Apalagi, pasar di kawasan terminal bus antarpulau ini merupakan salah satu jantung perekonomian di Sumbar, khususnya dan Sumatera umumnya.

Hingga Sabtu pagi (18/11/2017), petugas masih melakukan pendinginan. Lokasi kebakaran masih diselimuti asap dan masih ada api di beberapa titik. Akibatnya, proses penyelidikan penyebab kebakaran oleh pihak kepolisian belum dapat dilakukan.


Editor : Maria Christina

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network