Dalam rapat kerja bersama PSSI dan Kemenpora, Arisal menyatakan bahwa naturalisasi harus memberi dampak nyata terhadap prestasi tim nasional.
Dia menegaskan, jika Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, maka program naturalisasi sebaiknya dihentikan sementara.
"Kalau ini kita gagal, saya menyampaikan di depan forum ini, kita stop aja dulu untuk pemain naturalisasinya. Kenapa? Gak ada gunanya kalau kita gagal," katanya.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan Arisal yang pragmatis dan berorientasi pada hasil. Dia tidak menolak naturalisasi secara mutlak, tetapi menuntut akuntabilitas dan evaluasi menyeluruh agar kebijakan tersebut benar-benar membawa kemajuan bagi sepak bola Indonesia.
Di luar politik dan olahraga, Arisal juga aktif dalam kegiatan sosial. Dia membangun Masjid Al Aziz di Pekanbaru dan mendirikan Arisal Aziz Foundation yang rutin menyalurkan zakat beras serta menyediakan ambulans gratis untuk masyarakat Sumatera Barat.
Arisal Aziz merupakan contoh figur publik yang menggabungkan pengalaman hidup keras, keberhasilan bisnis, kepedulian sosial dan keberanian bersuara dalam isu-isu strategis nasional. Sikapnya terhadap naturalisasi pemain menunjukkan bahwa ia bukan sekadar politisi, tapi juga pemikir yang berani mempertanyakan kebijakan jika tidak memberi hasil nyata.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait