AGAM, iNews.id – Tebing di jalur Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, runtuh tergerus longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan jalur alternatif Padang-Bukittinggi kini ditutup bagi pemudik.
Detik-detik tebing longsor terekam video amatir pengguna jalan, Winda Maya Sari. Tampak material tanah dan batu mulai berjatuhan dari tebing tinggi, memaksa sejumlah pengendara berhenti mendadak karena ketakutan.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara perekam berteriak histeris meminta para pengendara untuk segera mundur saat material longsor semakin besar menutup badan jalan.
Berdasarkan laporan di lapangan, longsor terjadi di dua titik berbeda. Titik pertama berada sekitar satu kilometer dari Simpang Balingka dengan volume material yang cukup besar. Sementara titik kedua terjadi di kawasan menjelang Batu Apik. Walaupun material tidak sepenuhnya menutup akses jalan, ancaman longsor susulan masih sangat tinggi.
Tingginya risiko longsor di jalur Malalak ini merupakan dampak jangka panjang dari bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu. Karakteristik lereng yang curam dan struktur tanah yang rapuh membuat tebing sangat mudah runtuh sewaktu-waktu.
Kondisi ini sangat kontras dengan arus lalu lintas di jalur utama yang kini mulai padat seiring meningkatnya pergerakan masyarakat menjelang mudik Lebaran 1447 H.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fatur, menegaskan bahwa jalur Malalak saat ini tidak direkomendasikan untuk jalur mudik lintas kota. Pihaknya memberlakukan pembatasan ketat di jalur tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, jika bukan warga lokal, tolong jangan melewati jalur Malalak karena sangat rawan longsor. Jalur ini hanya diperuntukkan bagi warga lokal dan urusan urgensi saja," kata AKP Muhammad Irsyad Fatur, Senin (23/3/2026).
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait