Namun Asih mengatakan, warga jadi mengucilkan warga yang terinfeksi virus corona di sana. Mereka takut saat melintas lewat di depan rumah para pasien positif tersebut.
"Kadang yang melihat rumahnya, jadi agak-agak miring (menghindar) begitu," ujar dia.
Dokter Puskesmas IV Koto, dr Andi Suhendro mengatakan, sosialisasi ini baru dilakukan untuk mengingatkan warga. Karena Kabupaten Agam sudah menerapkan new normal, sehingga khawatir masyarakat mulai lalai menerapkan protokol kesehatan.
"Memang baru pertama kali setelah ada kasus. Ini sebenarnya yang kita cemaskan di era new normal. Khawatir mereka lupa dengan protokol kesehatan," ujar dia.
Adapun 13 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Nagari Guguak Tabek Sarojo, semuanya dirawat di rumah sakit. Namun para pasien ini menjalani masa isolasi di lokasi berbeda-beda.
Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait