TANAH DATAR, iNews.id – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sejumlah jembatan hanyut. Tidak ada korban jiwa dalam bencana yang dipicu cuaca ekstrem tersebut, namun ratusan warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengungkapkan, bencana ini melanda beberapa wilayah krusial, di antaranya Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo. Selain memutus akses utama masyarakat, terjangan air juga merusak permukiman warga.
"Data sementara menunjukkan sebanyak 67 rumah warga mengalami kerusakan dan ratusan warga terpaksa mengungsi karena kondisi tempat tinggal yang tidak memungkinkan," ujar Eka Putra saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (15/5/2026).
Tidak hanya merusak bangunan, banjir bandang ini juga menghancurkan sektor pertanian warga. Sedikitnya ratusan hektare sawah milik masyarakat dilaporkan rusak parah akibat rendaman lumpur dan material banjir.
Mengingat lima jembatan utama putus total, mobilitas warga kini menjadi terhambat. Pemkab Tanah Datar telah berkoordinasi intensif dengan BNPB untuk segera mendatangkan jembatan bailey sebagai solusi transportasi sementara.
"Untuk memulihkan akses transportasi warga yang terputus, kami sudah berkoordinasi dengan BNPB agar jembatan bailey bisa segera didatangkan dan dipasang," kata Eka Putra.
Staf BNPB, Yustam mengatakan, masih memproses bantuan darurat tersebut. Saat ini, bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi juga terus disalurkan ke posko-posko yang telah disiapkan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait