27 Objek Bernilai Sejarah di Padang Pariaman Diusulkan Jadi Cagar Budaya
PADANG, iNews.id - Tim Ahli Cagar Budaya Padang Pariaman, Sumatera Barat mengusulkan 27 objek untuk ditetapkan pemerintah daerah sebagai cagar budaya. Penetapan itu agar objek tersebut lestari karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
"Awalnya ada 29 objek yang diusulkan oleh tim pengusul menjadi cagar budaya namun dua dari objek yang diusulkan tersebut tidak memenuhi syarat administrasi dan kepatutan sehingga 27 ini yang kami nyatakan layak," kata Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Padang Pariaman Suhatman di Parik Malintang, Selasa (27/9/2022).
Dia mengatakan, puluhan objek yang diusulkan kepada pemerintah setempat dikelompokkan berdasarkan dua jenis cagar budaya. Pertama, struktur dan bangunan. Sedangkan jenis lainnya akan dilakukan pendataan pada tahun depan.
Menurutnya, dipilihnya kedua jenis cagar budaya tersebut karena selain jumlahnya yang lebih banyak juga karena potensi hilang juga besar.
"Contohnya saja ada masjid yang beberapa kali akan direnovasi oleh pengurus, namun karena edukasi yang kami lakukan maka rencana tersebut dibatalkan," katanya.
Objek yang diusulkan cagar budaya tersebut sebagian besar merupakan masjid serta benteng peninggalan zaman penjajahan yang dimiliki oleh perorangan dan kelompok masyarakat.
"Yang perlu diketahui cagar budaya itu boleh dimiliki oleh siapa pun asalkan dia WNI dan tercatat di pemerintah," katanya.
Menurutnya, setelah pemerintah menetapkan objek tersebut sebagai cagar budaya dan nomor register dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diperoleh maka akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus penyerahan surat keputusan kepada pemiliknya.
Dia menjelaskan pentingnya melindungi cagar budaya. Menurutnya hal tersebut merupakan bukti identitas negara, daerah, dan tempat yang harus dijaga dan dipertahankan yang sebelumnya daerah itu belum memberikan perhatian khusus terhadap hal tersebut.
Pada 2021 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah membentuk tim ahli cagar budaya yang terdiri dari dua orang di daerah setempat, satu dari Kota Sawahlunto, satu dari pemerintah provinsi, dan satu dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kemendikbudristek di Batusangkar.
"Tahun depan kami akan fokus pada naskah-naskah kuno karena bangunan dan struktur yang vital sudah diselamatkan tahun ini," katanya.
Editor: Reza Yunanto