5 Aktor Tampan Berdarah Minang, Jadi Idola Kaum Hawa

Faqihah Husnul Khatimah · Rabu, 23 November 2022 - 18:29:00 WIB
5 Aktor Tampan Berdarah Minang, Jadi Idola Kaum Hawa
Aktor tampan berdarah Minang, salah satunya Irwansyah. (Foto: Instagram).

PADANG, iNews.idAktor tampan berdarah Minang menjadi idola para penggemar perempuan. Lewat peran yang dimainkannya membuat mereka semakin populer, terutama bagi kaum hawa. 

Minangkabau atau dikenal Minang merupakan etnik di Sumatera Barat. Masyarakatnya masih menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaan. 

Keturunan Minang juga dikenal rajin dan mampu sukses di tanah rantau. Termasuk sederet aktor tampan berdarah Minang.

Berikut deretan aktor tampan berdarah Minang:

1. Jefri Nichol

Wajah rupawan Jefri Nichol dan peran apiknya dalam film memikat banyak penggemar perempuan. Aktor kelahiran 15 Januari 1999 ini berdarah Minang dari kedua orang tuanya, yakni John Hendri dan Junita Eka Putri. 

Sejumlah peran terbaik Jefri Nichol dalam film layar lebar, antara lain Dear Nathan (2017), A: Aku, Benci & Cinta (2017), Hit & Run (2019), Jakarta vs Everybody (2020), dan My Sassy Girl (2022). Ia pun mendapatkan sejumlah penghargaan atas kemampuan aktingnya, antara lain Piala Maya 2017 dan Festival Film Bandung 2020.

2. Vino G Bastian

Meski lahir di Jakarta, Vino Giovanni Bastian memiliki darah Minangkabau. Ayah Vino, yaitu Bastian Tito seorang penulis novel terkenal Wiro Sableng. Sementara itu, Vino telah beristrikan aktris Indonesia, Marsha Timothy.

Baru-baru ini, Vino sukses memerankan karakter Ustadz Qodrat dalam film Qodrat (2022). Dalam film tersebut, Vino beradu akting dengan istrinya, Marsha Timothy yang berperan sebagai Yasmin. 

Sejumlah film lain yang sukses dibintangi Vino, antara lain Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! (2016), Chrisye (2017), Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018), dan Miracle in Cell No. 7 (2022). Berkat kerja kerasnya, Vino berhasil menyabet penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik untuk film Radit dan Jani dalam Festival Film Indonesia (2008).

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: