Bacaan Takbiran Idul Adha, Arab, Latin, Arti, Keutamaan

Kastolani · Jumat, 08 Juli 2022 - 20:59:00 WIB
Bacaan Takbiran Idul Adha, Arab, Latin, Arti, Keutamaan
Bacaan takbiran Idul Adha yang disunnahkan untuk dikumandangkan umat Islam di Hari Raya Kurban. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bacaan takbiran Idul Adha dikumandangkan ketika Hari Raya Kurban tiba. Takbir sebagai salah satu wujud syukur dan syiar umat muslim. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan dalam sidang isbat 2022, Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu, 10 Juli.

Para ulama telah sepakat bahwasanya bertakbir atau takbiran pada hari raya itu termasuk sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Bahkan para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah dan bertakbir pada hari raya karena hal ini termasuk salahsatu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dalil yang menganjurkan untuk bertakbir pada hari raya juga lumayan banyak jumlahnya. Baik dalil dari Al-quran maupun dalil dari Hadits nabi Muhammad SAW. Adapun dalil dari Al-quran diantaranya adalah surat Al-baqoroh ayat 185 dan 203 dan surat Al-hajj ayat 28 :

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan bertakbir sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:   

زينوا أعيادكم بالتكبير 

"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir." 

Bacaan Takbiran Idul Adha

Takbiran boleh dilakukan secara berjamaah atau sendirian dan dengan suara keras ataupun suara lirih. Pada umumnya memang takbiran dilakukan secara berjamaah dan dengan suara yang keras. Hal ini boleh boleh saja dilakukan sebagai bentuk syiar agama islam.

Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-mughni menyebutkan bahwa takbiran boleh dilakukan secara berjamaah dengan suara yang keras sebagai bentuk syiar dan untuk mengingatkan orang lain. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar. Bahwa beliau pernah bertakbir pada hari raya sehingga orang-orang pun ikut bertakbir juga bersama beliau di masjid dan di pasar.

Disebutkan juga di dalam kitab shohih Bukhori bahwa khalifah Umar Bin Al-khattab pernah bertakbir di mina. Kemudian para sahabat lainnya yang berada di mina dan di pasar mendengar takbir beliau dan ikut bertakbir bersama dengan beliau.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: