Bebas Corona, Sawahlunto Kemungkinan Bisa Gelar Salat Idul Fitri

Antara ยท Minggu, 17 Mei 2020 - 08:58 WIB
Bebas Corona, Sawahlunto Kemungkinan Bisa Gelar Salat Idul Fitri
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Antara)

SAWAHLUNTO, iNews.id - Kota Sawahlunto, Sumatera Barat kemungkinan bisa menyelenggarakan ibadah salat Idul Fitri berjemaah di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salat berjemaah bisa dilakukan karena hingga saat ini di Sawahlunto masih aman an belum terpapar virus corona atau Covid-19.

"Informasi dari Wali Kota Sawahlunto, 80 persen masjid di sana sudah menggelar salat Jumat. Rencananya juga akan diselenggarakan salat Idul Fitri. Ini karena daerahnya bebas Covid-19 serta penerapan kearifan lokal," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Minggu (17/5/2020).

Irwan menambahkan, untuk izin pelaksanaan salat Idul Fitri itu, Pemkot Sawahlunto tengah melaksanakan pool test. Sebanyak 1.600 sampel swab akan diambil masing-masing 400 sampel dari tiap kecamatan dengan sistem multi stage sampling.

Tes ini dilakukan oleh Dinkes Sawahlunto bekerja sama dengan Universitas Andalas untuk melaksanakan pool test tersebut.

“Sekarang sedang menunggu hasil sampel. Jika negatif, Sawahlunto bisa jadi satu-satunya yang menggelar salat Idul Fitri berjamaah nanti," kata dia.

Irwan mengatakan, namun jika ada positif tentu harus ditelusuri ada kecamatan mana. Nanti dibuat lagi kebijakan sesuai dengan kearifan lokal, acuannya tetap Maklumat MUI Sumbar 007/2020.

Maklumat MUI Sumbar 007/2020 itu diantaranya berisi udzur syara'i untuk tidak melaksanakan ibadah shalat fardhu berjamaah di masjid dan mengganti salat Jumat dengan shalat fardhu di rumah masih tetap ada karena mengingat perkembangan penularan Covid-19 di Sumbar.

Sementara bagi daerah yang menunjukkan tidak ada yang positif Covid-19, secara bertahap bisa melaksanakan salat berjamaah selama ada jaminan dari pemerintah daerah.

Irwan menilai Sawahlunto sudah sampai pada penerapan kearifan lokal, sehingga bisa mengizinkan 80 persen masjid menggelar salat Jumat berjamaah. Meski tetap sesuai dengan prosedur kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan bawa sajadah sendiri dari rumah.

“Masjid yang 20 persen lagi adalah yang berada di lintas Sumatera, di jalan raya. Mereka masih belum berani, karena daerah perlintasan. Kesadaran itu juga patut diapresiasi,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto