Bertahun-Tahun Cabuli Anak Kandung, Sopir Truk di Padang Ditangkap Polisi

Budi Sunandar ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 11:17:00 WIB
Bertahun-Tahun Cabuli Anak Kandung, Sopir Truk di Padang Ditangkap Polisi
Sopir truk di Padang yang cabuli anak kandung bertahun-tahun (Budi Sunandar/iNews)

PADANG, iNews.id - Jajaran Polresta Padang menangkap seorang sopir truk bernama Busman alias Ajibus (51). Dia ditangkap karena diduga mencabuli anak kandung dan tiga anak tirinya yang masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku ditangkap pada Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Sungai Beremas, Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Pelaku saat berusaha kabur ke daerah Pesisir Selatan," kata Rico, Senin (24/8/2020).

Rico menambahkan, warga Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang itu menyerah saat polisi meletuskan tembakan peringatan ke udara.

"Pelaku langsung berhenti saat mengendarai sepeda motornya," kata dia.

Rico melanjutkan, usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Kantor Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan. Selain memeriksa pelaku, polisi juga telah memeriksa korban dan melakukan visum.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, insiden pencabulan ini terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Korban merupakan pelajar SMA di salah satu sekolah di Padang.

"Motif yang digunakan pelaku adalah saat korban meminta uang, pelaku diduga melakukan pencabulan," kata Rico.

Hal ini berlangsung beberapa kali, karena sudah tidak tahan dengan perlakuan pelaku, korban akhirnya memberanikan diri mengadu ke keluarganya.

Mengetahui kejadian tersebut, akhirnya keluarga melapor ke Polresta Padang. Laporan itu tertuang dengan nomor laporan: LP/377/B/VII/2020/SPKT Unit II, tanggal 20 Juli 2020.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 E, Juncto (Jo) Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto