BMKG Pasang 14 Alat Informasi Gempa dan Peringatan Tsunami Terbaru di Sumbar

Antara ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 15:44 WIB
BMKG Pasang 14 Alat Informasi Gempa dan Peringatan Tsunami Terbaru di Sumbar
Ilustrasi Tsunami (Antara)

PADANG, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang alat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Alat yang juga disebut Warning Receiver System (WRS) itu akan disebar ke berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Mamuri mengatakan, dalam setahun terakhir terjadi 430 kali gempa bumi, kemudian 37 kali gempa yang dirasakan di wilayah Sumbar dan sekitarnya.

Menurut Mamuri, sejak 2008 BMKG sudah memasang 275 peralatan WRS. Namun mengingat peralatan WRS masih dibutuhkan oleh pemerintah daerah dan kantor Lembaga/Kementerian terkait, maka pada tahun 2020 ini BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi.

"Untuk Sumbar akan dipasang 14 WRS dalam bulan ini," kata dia.

Nantinya, kata Mamuri, WRS ini akan dipasang daerah-daerah seperti Pusdalops Kota Padang, Pusdalops Provinsi Sumbar, Kantor BPBD Provinsi Sumbar, Angkasapura BIM, BPBD Kota Pariaman, BPBD Kabupaten Solok, BPBD Limapuluh Kota, Stageof PPI, BPBD Kabupaten Agam, dan BPBD Kabupaten Pasaman.

"Kemudian BPBD Kabupaten Pasaman Barat, BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, BPBD Kabupaten Solok Selatan, dan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya.

Mamuri melanjutkan, sejak tahun 2015, di Sumbar sudah terpasang empat peralatan WRS dan 12 Digital Video Broadcast (DVB).

"WRS generasi terbaru ini tentu juga menggunakan teknologi terbaru dengan nama WRS NewGen,” kata dia.

Perbedaan WRS ini dengan WRS sebelumnya yaitu terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, karena alat ini akan memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat real time.

Dia berharap setelah WRS NewGen dipasang dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, Pemerintah Daerah, Lembaga atau Kementerian, Media, dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana.

"Kami berharap dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini dapat mempercepat respon dalam penanganan bencana, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto