Bukan Melaut, Nelayan di Pasaman Barat Malah Curi 12 Komputer di Sekolah

Antara ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 15:56 WIB
Bukan Melaut, Nelayan di Pasaman Barat Malah Curi 12 Komputer di Sekolah
Nelayan di Pasaman Barat mencuri 12 unit komputer milik sekolah (Antara)

PASAMAN Barat, iNews.id - Jajaran Polres Pasaman Barat menangkap seorang nelayan berinisial RM (26). Dia ditangkap karena mencuri komputer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sasa Ranah Pasisie.

"Pelaku mencuri komputer sebanyak 12 unit di SMK Negeri 01 Sasak Ranah Pasisie. Pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp60 juta," kata Kapolsek Pasaman AKP Lija Nesmon, Rabu (22/7/2020).

Lija menambahkan, pelaku ditangkap pad Selasa (21/7/2020) sekitar pukul 02.30 WIB. Penangkapan terhadap pelaku setelah polisi mendapatkan laporan dari pihak sekolah.

Laporan itu tertuang dalam LP/50/VII/2020/ Sumbar/ Res-Pasbar/ Sek Psm, tentang perkara pencurian komputer sebanyak 12 unit milik SMK N 01 Sasak Ranah Pasisie.

Berbekal laporan itu, kata dia, polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi. Hasil pemeriksaan mengarah kepada pelaku.

"Pelaku kemudian kami tangkap di rumahnya. Saat diinterogasi, pelaku awalnya tidak mengaku dan setelah empat jam baru mengaku bahwa dia yang mencuri," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Lija, pencurian itu dilakukan oleh pelaku pada hari Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Dia mencuri komputer itu menggunakan sepeda motor saat subuh.

"Pelaku mencuri saat sekolah libur selama Covid-19," katanya.

Usai menangkap pelaku, polisi melakukan pengembangan mencari barang bukti berupa lima komputer. Komputer itu diamankan di wilayah Kinali, Sarik dan Kapar.

"Barang yang dicuri dijual pelaku dengan harga berkisar Rp1.500.000- Rp2.000.000. Sedangkan tujuh komputer lagi belum ditemukan," kata dia.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa lima unit set komputer merk lennovo dan sepeda motor merk mio tanpa nomor polisi. Sedangkan tujuh komputer lagi diduga dijual di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman dan di Lubuk Basung Kabupaten Agam.

"Saat ini kami sedang mencari tempat penjualan itu," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 ke 3 KUHP tentangp Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto