Cerita Rakyat di Sumatera Barat, Kisah Perjuangan Pilu di Balik Jembatan Ratapan Ibu

Nurul Ain · Selasa, 30 November 2021 - 12:45:00 WIB
Cerita Rakyat di Sumatera Barat, Kisah Perjuangan Pilu di Balik Jembatan Ratapan Ibu
Cerita rakyat di balik Jembatan Ratapan Ibu. (Foto: Istimewa).

PADANG, iNews.id - Cerita rakyat di Sumatera Barat yang dikenal warga di antaranya perjuangan memilukan para pemuda di Jembatan Rapatan Ibu. Inilah asal usul jembatan tersebut diberinama Ratapan Ibu.

Lokasi jembatan berada di Jalan Jenderal A Yani No. 78 Ibuh, Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh. Ada cerita rakyat di balik semua itu.

Simak selengkapnya asal usul mana jembatan Ratapan Ibu di Payakumbuh Sumatera Barat berikut:

Jembatan Ratapan Ibu dibangun pada tahun 1840 bertepatan setelah 8 tahun Belanda masuk ke Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 40 meter dan di buat dengan arsitektur berbahan dasar batu merah setengah lingkaran yang kemudian direkatkan.

Bangunan jembatan ini tetap kokoh walau tidak menggunakan tulang besi. Jembatan Ratapan Ibu ini menghubungkan antara Pasar Payakumbuh dengan Labuah Basilang dan Nagari Aie Tabik. 

Berdasarkan cerita rakyat di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat jebatan ini dahulunya merupakan tempat eksekusi para pemuda Minangkabau yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada saat itu para pemuda yang melakukan pemberontakan tersebut di tangkap lalu dibawa ke Jembatan tersebut untuk di eksekusi. Mereka berbaris di bibir jembatan lalu ditembak mati.

Setiap orang ditembak langsung jatuh dan terbawa derasnya Sungai Air Batang Agam yang mengalir di bawah jembatan tersebut. Para wanita yang menyaksikan tragedi memilukan ini pun tak kuasa menahan tangis, meratapi suami dan anak laki-lakinya dieksekusi.

Dari kisah inilah jembatan tersebut dinamakan Jembatan Ratapan Ibu. Di ujung jembatan terdapat patung wanita paruh baya dengan pakaian adat khas Minangkabau sedang ke arah jembatan Ratapan Ibu yang kini menjadi ikon wisata di Kabupaten Limapuluh Kota.

Pemandangan hijau dan udara yang sejuk di sekitar jembatan dan sungai batang agam ini dijadikan sebagai destinasi wisata di Payakumbuh yang dikembangkan oleh pemerintah setempat sebagai kawasan Geo park.

Sedangkan pada bagian atas jembatan ditambahkan dengan lampu hias warna warni yang begitu indah dilihat pada malam hari, apa lagi jika kamu berjalan dibawahnya, menarik bukan?

Wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan saat pagi maupun sore hari. Di taman ini menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai sambil melihat aliran sungai dan kendaraan yang berlalu lalang di atas jembatan. Tentunya tidak lupa berfoto bersama dengan teman dan juga keluarga.

Demikianlah Cerita rakyat di Sumatera Barat yang mengisahkan tentang sejarah dan nama jembatan Ratapan Ibu. Sungguh sebuah kisah perjuangan di zaman penjajahan yang pilu dan wajib untuk dan cagar budaya yang wajib untuk dilestarikan.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: