Dicoret dari Program Bedah Rumah, Rumah Plastik Susanti Direnovasi Tetangga

Antara ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 14:48 WIB
Dicoret dari Program Bedah Rumah, Rumah Plastik Susanti Direnovasi Tetangga
Rumah Plastik yang ditinggali Susanti, suami dan satu orang anaknya di Solok, Sumbar (Antar)

SOLOK, iNews.id - Aksi terpuji dilakukan warga Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Mereka bahu-membahu serta menggalang dana untuk membantu membangun rumah tetangganya bernama Susanti (29).

Bukan tanpa alasan, rumah yang ditinggali oleh Susanti, suami dan satu orang anaknya tidak layak huni. Dari foto yang beredar di media sosial, rumah berdinding plastik dan beralaskan tanah.

Tak hanya itu, yang membuat miris dinding rumahnya terdiri dari kumpulan terpal dan plastik kresek yang sudah berlobang. Begitu juga dengan atapnya. Pondasi rumahnya pun hanya tebuat dari kayu dan bambu yang sudah rapuh.

“Kami melakukan penggalangan dana untuk membedah rumah Susanti karena kondisi rumahnya yang jauh dari kata layak huni,” kata salah seorang warga bernama Rasmanikar, Kamis (15/4/2020).

Rasmanikar menambahkan, penggalangan dana ini sudah dilakukan sejak Minggu (10/5/2020). Hasilnya, hingga Rabu (13/5/2020) sudah terkumpul sebanyak Rp20 juta. Uang itu didapat dari penggalangan dana melalui beberapa media sosial berupa Facebook, Instagram, dan WhatsApp Group.

"Alhamdulillah sudah terkumpul sebanyak Rp20 juta, dan sepertinya akan ada lagi bantuan yang menyusul," kata dia.

Rasmanikar menambahkan, sebenarnya Susanti telah terdaftar dalam data penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah. Namun namanya dihapus karena tidak melengkapi persyaratan berupa melengkapi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Namun setelah viral di media sosial, akhirnya pemerintah telah mempermudah proses pembuatan KK dan KTP-nya,” katanya.

Meski KK dan KTP sedang dalam proses dan bisa diusulkan lagui untuk bantuan bedah rumah, namun Susanti dan keluarganya harus menunggu satu tahun lagi.

“Harus menunggu setahun lagi dan kami tidak sampai hati melihatnya," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan usaha penggalangan dana yang dilakukan tersebut membuahkan hasil dan dana bedah rumah untuk Susanti terus mengalir dari para donatur.

Saat ini, kata dia, sedang dilakukan pembangunan rumah baru untuk Susanti.

"Jika pembangunan rumahnya telah selesai dengan melengkapi semua isinya. Kemudian dana tersebut tersisa, maka kami akan memberikan modal usaha untuk perekonomiannya ke depan," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto