Evakuasi Dramatis Warga Jatuh ke Jurang 50 Meter di Agam, Korban Mengaku Khilaf

Wahyu Sikumbang ยท Selasa, 06 Oktober 2020 - 07:58:00 WIB
Evakuasi Dramatis Warga Jatuh ke Jurang 50 Meter di Agam, Korban Mengaku Khilaf
Warga dan tim penyelamat saat menarik korban yang jatuh ke jurang sedalam 50 meter di Agam, Sumbar. (Foto: iNews/Wahyu Sikumbang)

AGAM, iNews.id - Seorang warga jatuh ke jurang sedalam 50 meter di pinggir Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (5/10/2020). Evakuasi berlangsung dramatis saat diketahui ternyata korban masih dalam kondisi hidup.

Informasi diperoleh iNews, identitas korban diketahui bernama Kahardi Sutan Marajo (48) warga Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarojo. Dia diduga terpeleset saat berlari di sekitar pematang sawah. Selain itu juga ada kabar menyebutkan dia sedang memiliki masalah keluarga.

Kapolsek Ampek Koto Iptu Dedi Kurnia menceritakakan, kronologi kejadian bermula saat seorang warga yang sedang bekerja di sawah melihat korban berlari di sekitar lokasi kejadian. Awalnya saksi menduga korban juga hendak ke sawah.

Namun beberapa saat kemudian korban menghilang dari pandangannya. Saksi kemudian mendengar suara teriakan minta tolong dari arah jurang. Saat dicek, ternyata korban terjatuh di jurang tersebut.

"TKP jurang diperkirakan sedalam 150 meter. Namun posisi korban tersangkut di dinding jurang kira-kira 50 meter, tidak sampai ke bawah. Lalu dibantu warga dan petugas lainnya korban berhasil dievakuasi," ujar Dedi, Senin (5/10/2020).

Proses evakuasi  berlangsung selama tiga jam. Petugas gabungan berupaya mengangkat tubuh korban menggunakan tali. Saat sampai di atas, korban tampak syok dan mengalami luka gores di tangan dan kaki.

Dia sempat mengucapkan permintaan maaf pada warga yang menolongnya karena telah berbuat khilaf. Korban selanjutnya dibawa ambulans ke RSUD dr Achmad Mochtar di Bukitinggi.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab korban terjatuh di jurang tersebut.

"Pengakuan istri korban, mereka tidak ada masalah rumah tangga. Namun saat kami cek di rumah sakit, korban belum bisa bicara karena masih dalam penanganan dokter," katanya.


Editor : Donald Karouw