Kebakaran 4 Warung Makan di Simpang Tugu Polwan Bukittinggi, 3 Orang Luka-luka
BUKITTINGGI, iNews.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat kuliner di Simpang Tugu Polwan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (14/2/2026) petang. Empat warung makan hangus tak bersisa dan api sempat merembet ke sebuah kafe biliar yang berada di lokasi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini mengejutkan warga, mengingat lokasi kebakaran berada tepat di jantung kota, di seberang Kantor Pos dan Giro serta di depan SMP Negeri 1 Bukittinggi.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara saat api dengan cepat melalap deretan bangunan kayu dan semi permanen tersebut. Empat warung yang ludes terbakar yakni Warung Nasi Goreng Wong Solo, Bakso Sejahtera, Nasi Ampera, dan Martabak Mesir Kubang.
"Saya lagi duduk di belakang, lalu melihat asap hitam membumbung tinggi. Api terlihat pertama dari tengah, lalu merembet ke tempat biliar dan ke warung-warung makanan lainnya," ujar Candra, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Keadaan sempat mencekam saat terdengar beberapa kali suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas milik warung makan. Ledakan tersebut membuat api semakin sulit dikendalikan dan mulai menyambar sebagian bangunan Kafe Biliar Stasiun Pool.
Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari enam unit Damkar Kota Bukittinggi dibantu dua armada dari Kabupaten Agam. Petugas berjibaku selama hampir satu jam sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan.
Kepala Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi, Joni Feri, menyayangkan adanya keterlambatan informasi kejadian tersebut.
"Padahal kantor Damkar sangat dekat, tidak sampai satu kilometer. Kejadiannya memang mendadak dan api langsung membesar. Secara kasat mata ada sekitar tiga petak toko yang terdampak parah," ungkap Joni Feri.
Berdasarkan laporan petugas medis PMI, musibah ini memakan tiga korban luka. Satu di antaranya adalah petugas pemadam kebakaran yang mengalami luka robek di tangan akibat terkena seng saat proses pemadaman.
Editor: Kastolani Marzuki