get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengamen Pukul Pedagang Perabotan di Bintaro, Diduga Mabuk Lem Aibon

Kecanduan Lem dan Pertalite, Pemuda di Padang Pariaman Dikurung karena Sering Mengamuk

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:07:00 WIB
Kecanduan Lem dan Pertalite, Pemuda di Padang Pariaman Dikurung karena Sering Mengamuk
Pemuda di Padang Pariaman dikurung keluarga karena kecanduan lem dan Pertalite serta kerap mengamuk hingga melukai ibu kandungnya. (Foto: iNews).

PADANG PARIAMAN, iNews.id - Seorang pemuda bernama Syahrul Ramadhan (22), warga Korong Asam Pulau, Nagari Anduring, Kecamatan Dua Kali 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terpaksa dikurung oleh keluarganya. Tindakan ii diambil karena pemuda tersebut kecanduan lem dan minyak Pertalite

Syahrul kerap mengamuk dan membahayakan orang di sekitarnya. Dia dikurung di dalam kamar rumah orang tuanya dengan kondisi kaki diikat agar tidak kembali bertindak agresif. 

Keluarga menyebut, ketergantungan terhadap lem dan Pertalite membuat kondisi emosinya tidak stabil hingga sering merusak barang dan mengganggu warga sekitar.

Peristiwa terakhir yang membuat keluarga mengambil tindakan tegas terjadi saat Syahrul memukul ibu kandungnya sendiri, Limarwati alias Upiak, hingga pingsan dan mengalami pendarahan di bagian hidung. 

Kejadian itu dipicu karena permintaan Syahrul tidak dapat dipenuhi oleh keluarganya.

Menurut Upiak, anaknya mulai kecanduan lem sejak sekitar dua tahun terakhir. Setelah lem sulit didapatkan, Syahrul kemudian beralih menghirup Pertalite.

Pihak keluarga mengaku sempat membawa Syahrul menjalani pengobatan dan rehabilitasi. Namun, keterbatasan biaya membuat proses rehabilitasi tidak dapat dilanjutkan. Biaya rehabilitasi yang mencapai sekitar Rp3 juta per bulan dinilai terlalu berat bagi keluarga.

"Kalau di rumah sakit dia engggak apa-apa terus dipulangkan lagi ke rumah dan kayak gitu lagi dia, cari bensin lagi," kata Upiak, Selasa (19/5/2026).

Bhabinkamtibmas Nagari Anduring, Aipda Ongki Roza, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pemuda itu memang terpaksa dikurung karena sudah beberapa kali meresahkan warga dan melakukan kekerasan terhadap orang tuanya.

"Untuk pengamanan sementara dilakukan oleh keluarga pintu dikasih teralis dan dari badannya diikat rantai," ujar Aipda Ongki.

Saat ini, keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan pemerintah untuk membantu proses pengobatan serta rehabilitasi Syahrul agar dapat pulih dari ketergantungannya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut