Masjid Asasi Padang Panjang, Tertua Kedua di Indonesia dengan Arsitektur Unik 3 Budaya

Agung Sulistyo ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 21:30 WIB
Masjid Asasi Padang Panjang, Tertua Kedua di Indonesia dengan Arsitektur Unik 3 Budaya
Masjid Asasi Kota Padang Panjang Tertua Kedua di Indonesia. ( Foto : Agung Sulistyo )

PADANG PANJANG, iNews.id - Kota Padang Panjang memiliki banyak peninggalan sejarah dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam. Ini ditandai dengan banyaknya pesantren dan masjid tua yang berdiri. Salah satunya Masjid Asasi di Kelurahan Sigando Nagari Gunuang, Kecamatan Padang Panjang Timur.

Sekilas bagian atapnya mengingatkan pada atap Masjid Demak yang berbentuk limas tiga tingkat. Sementara bangunan utama yang berjendela dan penuh ukiran mirip dengan Rumah Adat Sumatera Barat atau Rumah Gadang.

Masjid ini merupakan yang tertua kedua di Indonesia yang berdiri pada tahun 1685 Masehi. Sementara masjid tertua, Masjid Saka Tunggal di Banyumas, Jawa Tengah yang dibangun sekitar tahun 1200.

Tokoh Masyarakat Sigando, Asrul Efendi mengatakan arsitektur masjid itu merupakan penggabungan tiga budaya. Atap masjid berbentuk tumpang atau limas dengan bahan kayu serta beratap seng dan seluruh dinding bangunan dipenuhi dengan ragam hias motif flora.

“Semula atap masjid berupa ijuk, kemudian diganti menjadi atap seng. Dinding kayu di bagian dalam yang sudah lapuk juga ikut diganti. Sementara itu lantai dan sembilan tiang  di ruang salat masih asli,” ujar Asrul, Rabu (6/5/2020).

Di sisi masjid terdapat satu bangunan kecil menyerupai teras yang berfungsi sebagai tempat tabuh atau bedug. Sejak awal berdiri, masjid ini merupakan pusat aktivitas Islam dari empat nagari.

“Masjid Asasi dibangun atas gagasan dari empat nagari yaitu Gunung Paninjauan, Tambangan, dan Jawo di atas lahan sawah yang merupakan hibah dari masyarakat. Wisatawan banyak berkunjung ke masjid ini pada hari biasa sampai Hari Raya Islam,” katanya.


Editor : Tomi Wahyudi