Mengaku Wakapolda Lampung dan Minta Rp100 Juta, Pria di Solok Diciduk Polisi

Nur Ichsan ยท Rabu, 23 September 2020 - 14:51 WIB
Mengaku Wakapolda Lampung dan Minta Rp100 Juta, Pria di Solok Diciduk Polisi
Ilustrasi tersangka (Agung Sulistyo/iNews)

SOLOK, iNews.id - Penyidik Satreskrim Polres Solok Kota menangkap seorang pria berinisial DH (49). Warga Kampai Tabu Karambie (KTK), Solok, Sumatera Barat (Sumbar) itu ditangkap karena menjadi polisi gadungan.

Tak tanggung-tanggung, pelaku mengaku sebagai Wakapolda Lampung. Dia menipu korbannya warga Jorong Simpang IV Nagari Batu Bajanjang, Kecamata Lembang Jaya, Kabupaten Solok.

"Pelaku menjanjikan bisa meloloskan anak korban menjadi anggota Polisi, asalkan membayar dengan sejumlah uang," kata Paur Humas Polres Solok Kota Ipda Yessi, Rabu (23/9/2020).

Yessi mengatakan, pelaku ditangkap beberapa waktu yang lalu di kediamannya. Pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari korban yang merasa tertipu karena sudah menyetor uang senilai Rp106 juta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Solok Kota, Iptu Deprianto mengatakan, penipuan berawal korban berkenalan dengan seorang priainisial E (DPO). E mengaku punya paman yang sedang menjabat Wakapolda Lampung dan bisa memasukan anak korban menjadi polisi.

Kemudian E memberikan nomor ponsel pamannya tersebut yakni DH. Kemudian, korban menghubungi DH yang mengaku sebagai Wakapolda Lampung.

"Karena bisa dihubungi, korban percaya terhadap pelaku," katanya.

Untuk memuluskan aksinya, lanjut Depriyanto, pelaku meminta uang ke korban senilai Rp100 juta. Korban pun menyanggupi namun dengan cara mencicilnya.

"Korban telah mengirimkan uang dengan total keselurahan sejumlah Rp 106 juta kepada pelaku melalui rekening Bank Mandiri atas nama RS," katanya.

Setelah pelapor mengirimkan uang tersebut kepada pelaku, ternyata anaknya tidak lulus tes Polisi.

"Korban langsung menghubungi pelaku untuk menanyakan kenapa anaknya tidak lulus jadi Polisi, namun pelaku tidak bisa dihubungi," katanya.

Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Solok Kota.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman 4 Tahun Penjara.

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan memburu pelaku berinisial E," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto