MUI Sumbar Haramkan Penggunaan Nama Neraka, Iblis dan Setan untuk Produk Kuliner

Antara ยท Senin, 30 September 2019 - 09:46 WIB
MUI Sumbar Haramkan Penggunaan Nama Neraka, Iblis dan Setan untuk Produk Kuliner
Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Istimewa)

PADANG, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan haram menggunakan kata neraka, setan dan iblis untuk nama produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik maupun pakaian. Hal dilarang di dalam Islam yaitu "Manhiy ‘Anhu".

Bukan tak beralasan, penggunaan kata-kata ‘nyeleneh’ untuk nama produk kuliner menjadi tren tersendiri di Sumbar dalam setahun terakhir. Label ‘neraka, setan dan iblis’, biasanya digunakan untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem. Penggunaan nama itu pun menuai sorotan. Salah satunya dari Pemkot Padang.

"Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram," ujar Ketua Umum MUI Sumbar Gusrizal Gazahar saat dihubungi, Minggu (29/9/2019).

Sementara jika menyangkut dengan akhlak dan etika seperti ‘Ayam Dada Montok, mie caruik’, maka hukumnya makruh.

MUI mengimbau semua lapisan masyarakat agar tidak mengonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa tersebut. Sementara kepada LPPOM MUI agar tidak menerbitkan sertifikat halal untuk produk yang menggunakan nama tidak sesuai dengan syariat.

Diketahui, Keputusan bidang fatwa ini diambil melalui Rapat Koordinasi Daerah MUI Sumbar dan MUI Kabupaten/Kota pada 20 Juli 2019. MUI juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait hal tersebut kepada pemerintah untuk melahirkan regulasi dalam implementasinya. Selain itu menindaklanjuti fatwa ini dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.


Editor : Donald Karouw