Pantai Padang kembali Dibuka, 116 Pedagang Diizinkan Berjualan

Antara ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 14:59 WIB
Pantai Padang kembali Dibuka, 116 Pedagang Diizinkan Berjualan
Pedagang di lokasi wisata Pantai, Sumatera Barat (Antara)

PADANG, iNews.id - Dinas Pariwisata Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengizinkan ratusan pedagang yang menempati Lapau Panjang Cimpago (LPC) untuk berjualan kembali di kawasan Pantai Padang. Mereka berdagang untuk mendukung pariwisata setelah sebelumnya ditutup selama pandemi Covid-19.

"Pedagang LPC sudah dibolehkan berjualan kembali, namun dengan catatan tegas harus mematuhi segala protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19," kata Kepala Dinas Pariwisata Padang, Arfian di Padang, Minggu (14/6/2020).

Arfian menambahkan, berdasarkan data jumlah pedagang yang menempati Lapau Panjang Cimpago, tercatat ada 110 pedagang, ditambah 16 pedagang yang berada di gang Rumah Susun Sederhana sewa (Rusunawa).

Meski sudah diizinkan bergadang, belum seluruh pedagang di LPC yang telah berjualan kembali.

"Para pedagang diminta yang buka untuk mengenakkan masker, meniadakan sarana cuci tangan, menjaga jarak dengan pembeli, dan lainnya sesuai protokol kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Lapau Panjang Cimpago merupakan tempat berdagang yang disediakan oleh Pemkot Padang kepada di Pantai Padang kawasan Danau Cimpago. Tempat berdagang tersebut berupa petak-petak kios dengan bangunan bertingkat yang berdiri menghadap langsung ke laut.

Pada lokasi itu terdapat berbagai pedagang yang menjual kuliner daerah, makanan, serta aneka jenis minuman yang bisa dinikmati oleh pengunjung pantai.

Arfian melanjutkan, diizinkannya pembukaan LPC itu setelah Pemkot Padang menyiapkan langkah beradaptasi menuju masa normal baru (new normal) pada 8-12 Juni, berikut landasan hukumnya berupa Peraturan Wali Kota Padang.

Pada periode tersebut dinas pariwisata juga telah menyosialisasikan kepada seluruh pihak di sektor kepariwisataan agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami tetap mengimbau agar masyarakat mematuhi dengan dasar kesadaran diri sendiri, demi kesehatan diri masing-masing,” katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto