Penanganan Covid-19 di Sumbar On The Track, Namun Perlu Regulasi yang Ada Sanksi

Widori Agustino ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 18:41 WIB
Penanganan Covid-19 di Sumbar On The Track, Namun Perlu Regulasi yang Ada Sanksi
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (ANTARA/Miko Elfisha)

PADANG, iNews.id - Strategi pemangku kepentingan dalam menangani pandemi Covid-19 di Provinsia Sumatera Barat (Sumbar) telah berada pada jalur yang tepat. Pasalnya, semua tahapan mulai dari tracing hingga treatment sudah dijalankan semua.

“Kita sudah on the track. Tracing, Test, Isolation dan Treatment sudah jalan semua. Kebijakan juga sudah, bahkan hingga 2021 alokasi dana penanganan Covid-19 tetap disediakan,” kata Gubernur Sumbar Irwan, Selasa (28/7/2020).

Irwan menambahkan, data yang dirilis otoritas terkait juga menunjukkan berbagai intervensi yang telah dilakukan. Mulai dari memberi kontribusi besar terhadap penurunan angka positif rate, testing rate, tracing ratio, insiden rate dan lain sebagainya.

“Bahkan Presiden Jokowi memberi apresiasi terhadap penanganan Covid-19 di Sumbar,” katanya.

Meski begitu Irwan tak mau jemawa, piihaknya mengakui bahwa sampai saat ini masih terdapat penambahan kasus positif harian, meski tidak banyak.

Dari hasil pemeriksaan, kata Irwan, persoalan mendasar lainnya adalah masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak peduli pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Saya berkeliling, masalahnya ada di masyarakat, lebih banyak yang tidak pakai masker, masih berkerumun, tidak ada physical distancing. Ada juga masker dipakai didagu, tidak disiplin,” katanya.

Dia optimistis, semua komponen masyarakat hingga ke pelosok telah mengetahui bahaya Covid-19.

“Bukan saya menafikan pentingnya sosialisasi, edukasi, tapi tidak efektif lagi,” kata dia.

Untuk itulah Pemprov bersama DPRD setempat menginisiasi lahirnya regulasi berupa peraturan daerah yang bersifat mengikat serta adanya sanksi sebagai konsekuensi bagi masyarakat yang tidak mematuhinya.

“Inilah gunanya kita perdakan, jadi akan ada sanksi, mendidik masyarakat disiplin dengan sanksi dan tetap mengedepankan kearifan lokal,” katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto