Permintaan Menurun selama Pandemi Covid-19, Harga Produk Pertanian di Padang Panjang Anjlok

hermawan H ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 03:16 WIB
Permintaan Menurun selama Pandemi Covid-19, Harga Produk Pertanian di Padang Panjang Anjlok
Pasar Pusat Padang Panjang, Sumbar. (Foto : Diskominfo Padang Panjang)

PADANGPANJANG, iNews.id - Permintaan produk pertanian Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Penutupan usaha kuliner dan hotel menjadi faktor yang paling memengaruhi penurunan permintaan diikuti dengan penurunan harga komoditas pertanian tersebut.

"Penurunan harga produk pertanian, khusus pada komoditas hortikultura, terutama cabai merah," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kota Padang Panjang Fitriadi di Kantor Dinas Pertanian, Sabtu (13/6/2020).

Fitriadi menuturkan, untuk harga cabai merah keriting, pada bulan Januari 2020 rata-rata di tingkat petani sebesar Rp33.311 per kg. Namun, pada bulan Mei 2020, harga turun 43 persen menjadi Rp14.214 per kg.

Namun, harga bawang merah malah meningkat tajam dari bulan Januari 2020 sebesar Rp31.343 per kg menjadi Rp44.919 pada Mei 2020. Hal ini karena produksi lokal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Padang Panjang dan berkurangnya pasokan dari daerah pemasok di Pulau Jawa.

Sementara produksi pertanian tidak berpengaruh signifikan selama pandemi Covid-19. Para petani tetap bertani sebagaimana biasanya. Secara umum untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Padang Panjang selama pandemi Covid-19 juga tidak ada permasalahan karena produksi pangan tetap berlanjut.

Fitriadi mengatakan, untuk membantu para petani di masa pandemi Covid-19, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan memberikan bantuan berupa program padat karya kepada kelompok tani. Kegiatan padat karya itu berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier di daerah Ekor Lubuk dan Sigando, untuk memperlancar pengairan di lahan petani.

"Program ini akan memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok, karena dilaksanakan langsung oleh para petani," ujarnya.

Dengan telah dimulainya tatanan kehidupan yang baru atau new normal ini, diharapkan sektor pertanian tetap berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan pangan. Harga jual produk pertanian diharapkan segera membaik agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani.


Editor : Tomi Wahyudi