Pertahankan Lahan, Muhammad Ali dan Mertuanya Babak Belur Dikeroyok Orang
AGAM, iNews.id - Nasib sial dialami dua warga Labuhan, Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Pria bernama Muhammad Ali Amin (36) dan Amran (58).
Warga Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Agam, itu dikeroyok sekelompok orang saat mempertahankan lahan mereka yang diolah oleh OTK.
Muhammad Ali mengatakan, insiden ini terjadi pada Senin (28/11/2022), kejadian itu berawal ketika lahan milik mertuanya diolah menggunakan alat berat oleh orang lain.
Melihat kondisi itu, dia mencoba untuk melarang dan sekelompok orang mendatanginya dan mengklaim itu lahan mereka.
"Saya meminta operator untuk menghentikan alat berat, saat saya jalan pergi, tiba-tiba langsung dipukul di bagian kepala," kata Muhammad Ali, Rabu (30/11/2022).
Melihat kejadian itu, mertua langsung membantu dan mereka menyabetkan pisau ke perut Amran.
"Saya mencoba memegang pisau dari mereka, sehingga tangan luka. Setelah itu, kami langsung pergi," kata dia.
Melihat keduanya terluka, keluarga yang lain membawa ke RSUD Lubukbasung untuk mendapatkan pertolongan.
Setelah mendapatkan pertolongan di RSUD Lubukbasung, keduanya melaporkan kejadian itu ke Polres Agam.
Akibat kejadian itu, kata Ali, dirinya mengalami luka memar pada bagian pelipis kanan, luka pada jari dan bagian badan lainnya.
"Sedangkan mertua mengalami luka sabetan pada perut kanan dan kepala. Mertua saya masih dirawat di rumah sakit," katanya.
Ia menceritakan,
Sementara Kapolres Agam AKBP Ferry Ferdian membenarkan peristiwa penganiayaan itu. Menurutnya, kedua belah pihak yang bertikai saling melaporkan ke Polres Agam.
"Saat ini perkara tersebut sedang di dalami dan sedang dilakukan tahap penyelidikan. Kita dari pihak Polres Agam akan profesional menangani peristiwa tersebut," kata dia.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto