Polisi Tangkap 8 Orang yang Bakar Ban-Kayu di Jalan Padang-Pasaman

Antara ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 00:19:00 WIB
Polisi Tangkap 8 Orang yang Bakar Ban-Kayu di Jalan Padang-Pasaman
Warga mendatangi Polres Agam meminta delapan rekan mereka yang ditangkap dibebaskan. (Foto: Antara)

LUBUKBASUNG, iNews.id - Polres Agam, Sumatera Barat menangkap delapan warga Sungai Aua, Jorong Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, buntut aksi pembakaran ban bekas dan kayu di jalan nasional menghubungkan Padang-Pasaman Barat, Rabu (12/8/2020). Akibat insiden itu, arus lalu lintas di kedua arah macet.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan, kedelapan warga yang tidak mau disebutkan namanya itu telah ditangkap beserta barang bukti sisa pembakaran ban mobil dan kayu ke Mapolres Agam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap delapan warga itu," katanya.

Dia menjelaskan, anggota penyidik melakukan gelar perkara Rabu (12/8/2020) sore. Setelah gelar perkara dilakukan maka kasus itu akan ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan siapa aktor membiayai dan lainnya.

Bisa saja, ujarnya, tersangka akan lebih dari delapan orang atau kurang dari delapan orang.

"Apabila delapan orang ini tidak terlibat, mereka akan kami lepas semuanya dan kami akan menangkap para pelaku," katanya.

Dia menerangkan, delapan warga ini diamankan berkat laporan masyarakat terkait adanya aksi membakar ban bekas dan kayu di jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang-Pasaman Barat di Sungai Aua, Jorong Sungai Jariang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Rabu pagi.

Pembakaran itu dilakukan dua titik dengan jarak 200 meter mengakibatkan arus trasportasi terganggu.

Mendapat informasi itu, anggota langsung ke lokasi untuk mendekati massa terkait latar belakang perbuatan mereka dan ternyata mereka menuntut hak berupa tanah yang dikelola PT KAMU.

Namun perbuatan mereka melanggar aturan yang ada, karena menganggu ketertiban umum dan aksi yang mereka lakukan tidak memiliki izin dari pihak  berwajib.

Atas perbuatannya, tersangka bisa diancam Pasal 192 ke 1 KUHP dengan barang siapa dengan sengaja menghancurkan, merusak atau membuat tak dapat dipakai bangunan untuk lalulintas umum atau merintangi jalan umum darat atau air atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan itu diancam pidana penjara paling lama sembilan tahun penjara.

Setelah delapan warga ini diamankan, puluhan warga Sungai Aua mendatangi Mapolres Agam untuk meminta melepaskan temannya. Mereka membubarkan diri ke rumah mereka menggunakan truk sekitar pukul 16.30 WIB


Editor : Kastolani Marzuki