Sepi Pembeli karena Corona, Nelayan di Padang Kurangi Intensitas Melaut

Antara ยท Selasa, 28 April 2020 - 18:11 WIB
Sepi Pembeli karena Corona, Nelayan di Padang Kurangi Intensitas Melaut
Ilustrasi Nelayan di pantai. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

PADANG, iNews.id - Ribuan nelayan di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terpaksa mengurangi frekuensi melaut. Hal ini disebabkan turunnya permintaan ikan sejak merebaknya virus corona atau Covid-19.

"Ada 7.076 nelayan di Padang yang mengurangi frekuensi melaut karena minimnya pembeli dan harga ikan mengalami penurunan sampai 25 persen," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi di Padang, Selasa (28/4/2020).

Guswardi menambahkan, awalnya para nelayan melaut lima kali dalam sepekan. Namun sejak virus corona yang berefek pada berkurangnya permintaan ikan, maka mereka hanya melaut tiga kali dalam sepekan.

Lebih lanjut Guswardi mengatakan, untuk pasokan ikan selama ini tidak ada kendala dan yang menjadi persoalan nelayan adalah berkurangnya daya beli masyarakat sehingga nelayan terpaksa mengurangi intensitas melaut.

"Hal ini tentu berdampak terhadap pendapatan nelayan, terutama nelayan yang menerima upah dari pemilik kapal. "Harga ikan yang biasanya Rp40.000 per kilogram ada yang turun jadi Rp25.000 per kilogram," kata dia.

Sebagai solusi, lanjutnya, jika nelayan tersebut masuk kategori miskin akan masuk dalam pendataan Dinas Sosial untuk kemudian mendapatkan bantuan.

Sementara itu, salah seorang nelayan asal Air Manis Padang Adnil mengakui sejak mewabahnya Covid-19 penjualan ikannya berkurang.

"Biasanya empat kali seminggu melaut, sekarang cuma dua kali karena pembeli sedikit," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto